x

Login

Lupa Password

Berita SJSN > Penyelenggara Jaminan Sosial

26 Februari 2013

Peran Apoteker Dalam SJSN Dipinggirkan

IKATAN Apoteker Indonesia (IAI) menilai pemerintah melupakan fungsi apoteker dalam menyusun kerangka ke arah pelayanan kesehatan semesta (universal coverage) sebagaimana diamanatkan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Imbasnya hingga kini peran apoteker dan kegiatan kefarmasian belum jelas diatur dalam peraturan teknis pelaksana sistem pelayanan kesehatan semesta.

“Saat ini pemerintah masih berpandangan apoteker hanya sebagai penjual obat dan bukan profesi yang penting untuk mendukung pemerintah mengamanatkan UU SJSN,” ujar Ketua IAI Dani Pratomo di Jakarta, kemarin.

Contoh pemerintah menganaktirikan apoteker adalah dalam penyusunan skema pemberi layanan kesehatan tingkat pertama (PPK I), tidak memasukkan skema praktik kefarmasian dan jasa apoteker dalam kapitasi.

Yang dihitung dalam kapitasi hanya komponen jasa dokter/dokter gigi, obat, dan lain-lain. Padahal Pasal 108 dari UU No 36 /2009 tentang Kesehatan mengamanatkan, segala bentuk kegiatan kefarmasian harus dilakukan tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan.

“Peran apoteker kini diambil dokter. Mereka bisa mendiagnosis dan memilih obat.

Tanpa apoteker, praktis tidak ada kendali mutu dan biaya dalam proses layanan obat saat sistem universal coverage mulai diberlakukan.” Selain itu, hingga kini dalam sistem kapitasi yang dirancang pemerintah, tidak jelas besaran jasa apoteker yang melayani peserta Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang bakal beroperasi Januari 2014.

“Kalau dari kapitasi premi BPJS dokter di layanan primer sudah minta per bulan mendapat sekitar Rp18 jutaRp20 juta per bulan, pada apoteker jasa layanan belum jelas. Bisa-bisa di bawah upah minimum regional.” Menurut Dani, layanan kefarmasian di PPK I, seperti dokter keluarga, mutlak ada.

Jadi, dokter harus bekerja sama dengan apoteker untuk melayani obat. (Tlc/H-1)

Sumber: Media Indonesia Epaper

Follow Kami di:

Komentar
Email*
Nama
Website
IklanIklan



Kembali Ke Jamsosda Atas