jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Kisah - JAMINAN KESEHATAN BAGI MANTAN ANGGOTA DPR BELUM MEMADAI

Oleh: Jamsos Indonesia 05 April 2011

Savrinus Sawardi, Mantan Anggota DPR

Savrinus Sawardi, Mantan Anggota DPR

Mungkin sebagian orang berpikir menjadi mantan anggota DPR RI kehidupannya akan sangat terjamin. Namun anggapan tersebut tidak berlaku bagi Savrinus Sawardi mantan anggota DPR RI. Laki-laki kelahiran Flores, 26 Agustus 1940 ini mengalami kesulitan ekonomi setelah tidak menjadi wakil rakyat. Terlebih lagi ia juga harus menanggung beban biaya pengobatan untuk penyakit jantung dan lever yang dialaminya. Bagaimanakah kisahnya?

Suasana lengang terlihat di Perumahan Bintaro Raya, Sektor II, Jakarta Selatan, saat JamsosIndonesia.com menyambangi kediaman mantan anggota DPR, Savrinus Sawardi, beberapa waktu lalu. Meski bangunan rumah terlihat besar, namun seperti tak terurus. Warna cat tembok dan pagar sudah terlihat memudar. “Maaf Anda yang ingin ketemu bapak ya?” ujar laki-laki dari balik pagar berwarna hitam. Dengan ramah laki-laki yang juga sopir dari Savrinus mempersilahkan masuk.

Di garasi rumah terdapat mobil Toyota Avanza berwarna hitam. Pada halaman rumah terdapat berbagai jenis tanaman, namun sayangnya tanaman tersebut seperti tak terurus. Tak lama berselang barulah sang empunya rumah keluar dari pintu garasi. “Maaf sudah membuat Anda menunggu,” papar Savrinus sembari berjabat tangan. Saat itu Savrinus mengenakan kaos berwarna hitam dan memakai celana panjang berwarna cokelat.

Karena faktor kesehatan, Savrinus terlihat lemah saat berbicara. Saat itu Savrinus mengajak untuk wawancara di teras rumahnya. Pada bagian terasnya hanya terdapat sebuah kursi terbuat dari rotan dan meja yang sudah lusuh. Saat itu Savrinus mengaku baru selesai mandi dan ingin pergi ke RS Suyoto, Bintaro, Jakarta Selatan, untuk memeriksa sakit lever-nya.

Setelah pensiun menjadi anggota DPR pada tahun 1997, Savrinus menderita sakit jantung dan lever. Sakit jantung mulai ia alami sejak tahun 2007, sedangkan penyakit lever ia rasakan baru-baru ini. Dengan mengandalkan uang pensiun sebesar Rp 3 juta, Savrinus berusaha mencukupi kebutuhan hidupnya. Beruntung ia memiliki jaminan kesehatan, sehingga dapat mengurangi beban hidupnya, terutama biaya rumah sakit.

Sebelum pensiun, Savrinus sempat menjadi penulis dan ikut berbagai macam organisasi seperti Komunitas Motivasi Pemuda Indonesia (KMPI). Hingga pada tahun 1997 ia menjadi Anggota DPR dari fraksi Partai Golkar. Savrinus juga sempat menjadi Ketua Pansus UU Penyiaraan pada periode 1996 sampai 1997. Meski menjadi anggota DPR Savrinus mengaku tidak mendapatkan penghasilan yang besar. Saat itu ia hanya mendapat gaji sebesar Rp 3,5 juta perbulan serta fasilitas jaminan kesehatan. Saat itu perekonomian Savrinus jauh lebih baik ketimbang saat ia sudah pensiun.

Setelah ia pensiun, beban berat semakin dirasakan oleh Savrinus. Ia harus mencukupi kebutuhan hidupnya seorang diri lantaran ia telah berpisah dengan istri tercinta. Beruntung ia memiliki kedua buah hati bernama Sari (26) dan Maria (21) yang selalu membantu Savrinus. Meski kedua putrinya telah menikah, namun perhatian tak pernah luput diberikan untuk Savrinus.

Kini Savrinus hanya berdiam diri di rumahnya dengan ditemani oleh seorang sopir yang setia merawatnya. Hiburan bagi Savrinus apabila cucu dan keponakan-keponakannya menginap di rumahnya. Bila merasa sepi biasanya Savrinus gemar menghabiskan waktu bersama rekan mantan anggota DPR lainnya di halaman belakang hotel Century. “Saya biasa kumpul dengan teman-teman di restoran yang ada di parkiran hotel Century,” aku Savrinus.

Meski saat ini Savrinus memiliki jaminan kesehatan, akan tetapi itu belum mencukupi untuk biaya penyembuhannya. Ketika Savrinus menderita sakit jantung, ia harus dirawat di RS Harapan Kita selama 10 hari. Saat itu ritme jantung Savrinus tidak teratur, sehingga ia harus memakai alat ritme jantung. Jaminan kesehatan yang dimiliki Savrinus hanya membayar fasilitas kamar dan rumah sakit. Sedangkan untuk obat serta alat ritme jantung, Savrinus membiayainya sendiri. Untuk biaya rumah sakit, saat itu Savrinus harus merogoh kocek sebesar Rp 20 juta. “Jamiman kesehatan hanya membayar fasilitas kamar saja, itupun tidak VIP,” tutur Savrinus sambil mengingat kejadian itu.

Dengan biaya sebesar itu, Savrinus mengaku banyak dibantu sanak saudara serta rekan-rekan anggota DPR seangkatannya. Belum sampai disitu penderitaan yang dialami Savrinus, memasuki bulan Januari 2011, Tuhan memberikan cobaan kepadanya. Saat itu ia divonis menderita penyakit lever. Demi mencukupi kebutuhan, Savrinus terpaksa harus menjual satu-satunya aset yang dimilikinya yaitu, tanah seluas 600 meter di bilangan Gunung Sindur. Tanah tersebut Savrinus jual seharga Rp 15 juta. “Karena tidak ada biaya terpaksa tanah seluas 600 meter saya jual. Hasilnya untuk nambahin biaya pengobatan saya,” ungkapnya sedih.

Savrinus mengaku kurang puas dengan pelayanan jaminan sosial yang masih sangat minim. Menurut Savrinus, seharusnya jaminan sosial memberikan perlakuan istimewa kepada orang-orang yang sudah lanjut usia. “Tidak seharusnya orang yang sudah tua seperti saya ini mengantri berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit,” tegas Savrinus. Selain itu, Savrinus juga mengharapkan agar pemerintah memperbanyak rumah sakit yang dirujuk. Savrinus menambahkan sangat disayangkan bila ada rumah sakit yang terdekat, tetapi bukan rumah sakit rujukan, sehingga tidak dapat memberiakan pelayanan kesehatan bagi peserta ASKES. Egie

 


© Martabat, April 2011

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
JAMINAN KESEHATAN BAGI MANTAN ANGGOTA DPR BELUM MEMADAI
http://www.jamsosindonesia.com/kisah/jaminan_kesehatan_bagi_mantan_anggota_dpr_belum_memadai
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016