jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Identitas - Batu Ujian Bagi BPJS

Oleh: A. A. Oka Mahendra, S.H. (Ahli Peraturan dan Perundang-undangan) 08 January 2014

BPJS Kesehatan telah seminggu beroperasi. Kehadirannya  disambut dingin.

Masyarakat luas yang  seharusnya paling berkepentingan terhadap mulai beroperasinya BPJS Kesehatan seakan tidak peduli. Meskipun  Presiden SBY ketika meresmikan BPJS di istana Bogor pada penghujung tahun 2013 menyatakan dengan mulai beroperasinya BPJS Kesehatan terjadi “lompatan besar” dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan sejak kemerdekaan.

Banyak yang tidak tahu bahwa bangsa Indonesia memasuki babak baru dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan, yang dipopulerkan oleh Pemerintah dengan sebutan  Jaminan Kesehatan Nasional.

Bahkan tidak sedikit yang bertanya-tanya  kebingungan  mengenai apa dan bagaimana BPJS Kesehatan itu?

SOSIALISASI MINIM

Sosialisasi mengenai BPJS dan mekanisme kerjanya serta hak dan kewajiban Peserta program jaminan sosial sesuai dengan UU SJSN belum menjangkau masyarkat luas.

Kalaupun ada informasi yang disebar–luaskan oleh badan penyelenggara dan Pemerintah sifatnya sumir, belum menyentuh informasi soal-soal praktis yang diperlukan oleh penduduk yang menurut UU wajib menjadi peserta Jaminan Sosial.

Informasi yang disebar luaskan oleh pemangku kepentingan selama ini kental aroma pencitraan, ketimbang edukasi publik, ketimbang peningkatan kesadaran publik atas penyelenggaraan Jaminan Sosial sebagai hak konstitusional warga Negara.

Minimnya sosialisasi tentang penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosialkhususnya Jaminan Kesehatan Nasional diakui oleh Menko Kesra Agung Laksono.

Dalam waktu dekat ini BPJS, DJSN, Pemerintah dan Pemerintah Daerah perlu berkoordinasi untuk memperbaiki substansi, metode, dan sasaran sosialisasi penyelenggaraan program Jaminan Sosial Nasional agar dapat menjangkau masyarakat luas.

Keberhasilan penyelenggaraan program Jaminan Sosial Nasional selain ditentukan oleh regulasi yang adekuat, manajemen penyelenggaraan yang akuntabel, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik, data yang akurat, juga ditentukan oleh kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif sebagai Peserta.

Masyarakat akan berpartisipasi aktif jika secara konkrit merasakan manfaat Jaminan Sosial yang lebih baik  apabila mereka mengahadapi risiko sosial karena sakit, mengalami kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki masa pensiun atau meninggal dunia.

Tentu terlebih dahulu harus diawali dengan penyampaian informasi yang komprehensif dan mudah dipahami mengenai “ABC” nya sistem Jaminan Sosial Nasional.

Penyelenggaraan Jaminan Sosial sesuai dengan ketentuan UU SJSN justru dimaksudkan agar Jaminan Sosial dapat menjangkau seluruh penduduk dan memberikan perlindungan yang adil merata dan lebih memadai kepada para peserta dan anggota keluarganya.

BPJS yang baru berusia seminggu memang harus bekerja keras.Mereka berpacu dengan waktu untuk dapat memberikan pelayanan  prima kepada segenap Peserta.

BATU UJIAN

Saat –saat awal kehadiran BPJS merupakan batu ujian yang tidak ringan. Tetapi harus dipikul dengan penuh rasa tanggung jawab.

fungsi, tugas, wewenang, hak dan kewajiban sebagai badan hukum publiktelah ditentukan dalam UU BPJS. tinggal bagaimana mengunakannya secara bertanggung jawab.

Kini waktunya bagi Dewan Pengawas dan Direksi BPJS, membuktikan kapasitas dan kapabelitasnya mengemudikan perahu BPJS  menembus gelombang realitas secara bertanggung jawab dan mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi secara efektif dan efisien.

Masih segar dalam ingatan kita ucapan Presiden SBY ketika meresmikan peluncuran BPJS di Instana Bogor 31 Desember 2013 sebagai berikut ”Kita harus bertindak, bukan hanya beretorika. Kita juga harus bekerja keras untuk menyukseskan program besar dan bersejarah ini”.

Memang kini bukan waktunya beretorika lagi. Tetapi  waktunya untuk bertindak, untuk melakukan program aksi yang terencana dan dilaksanakan secara konsisten,untuk memperbaiki kekurangan yang ada, mengatasi masalah yang timbul dalam perjalanan waktu.

Sehubungan dengan itu, semua pemangku kepentingan agar melakukan tindakan konkrit secara sinergis sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing guna mengatasi berbagai kendala yang nyata di depan mata berkenaan dengan mulai beroperasinya BPJS Kesehatan dan berubahnya PT Jamsostek (Persero) menjadi BPJS Ketenagkerjaan pada 1 Januari 2014.

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Batu Ujian Bagi BPJS
http://www.jamsosindonesia.com/identitas/batu_ujian_bagi_bpjs
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2019