jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Forum - Askes Sosial Tidak Ancam Askes Komersial

Oleh: Jamsos Indonesia 12 December 2011

Jamsosindonesia.com_ Pada Seminar Ekonomi Kesehatan bertema “Peran Asuransi Kesehatan Komersial dalam Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Sabtu (10/12), terungkap bahwa Asuransi Kesehatan (Askes) Sosialtidak menjadi ancaman bagi Askes Komersial, bahkan dapat mendorong pertumbuhan Askes Komersial.

Askes Sosial Mendorong Pertumbuhan Askes Komersial

Menjadi keynote speaker, Prof. dr. Ali Ghufron, MPH, AAK, Wakil Menteri Kesehatan RI, menyampaikan dari pengalaman di berbagai negara, menunjukkan pengembangan Askes Sosial oleh negara ternyata membawa dampak pertumbuhan Askes Komersial menjadi lebih baik.

Menurut Ali Ghufron pertumbuhan tersebut dapat terjadi karena mekanisme asuransi sosial berbeda dengan asuransi komersial. Pada dasarnya Askes Sosial bertujuan untuk menjamin kebutuhan dasar kesehatan, yaitu berfungsinya organ secara normal dan mampu berproduksi. Lain halnya, Asuransi Komersial memiliki karakter selalu berinovasi baik  manfaat, maupun perluasan pelayanan kesehatan.

Ali Ghufron mengungkapkan  Askes Komersial akan terus tumbuh dan mempunyai tempat tersendiri. Askes Komersial menjadi sumplemen bagi peserta yang ingin mendapat manfaat lebih. Ia menambahkan, peserta Askes Komersial akan berasal dari golongan atas karena golongan ini cenderung ingin mendapatkan manfaat yang lebih. Ia menggambarkan, bahwa dalam mengakses pelayanan kesehatan, orang kaya cenderung tidak mau disamakan dengan orang miskin. “Mereka cenderung ingin mendapat pelayanan kesehatan yang lebih. Mereka khawatir jika tidak lekas kembali sehat, maka tidak dapat mengurus aset dan akhirnya kehilangan aset”, jelasnya.

Pembicara yang lain, Dr. Adhe Aurora Gultom, mewakili Askes Komersial berpendapat implementasi Askes Sosial bukan peluang baru dan juga bukan ancaman bagi mereka. Ketua Umum Forum Asuransi Kesehatan Indonesia (FORMAKSI) ini, mengungkapkan bahwa prinsip dasar Askes Komersial sangat berbeda dengan Askes Sosial.  Pada prinsipnya, Askes Komersial memiliki banyak produk  jaminan atas terjadinya kerugian (indemity). Ia menambahkan Perusahaan Askes Komersial bukanlah institusi kesehatan, melainkan institusi keuangan, dan manfaat yang diberikan kepada peserta bersifat kuratif. Tidak sampai pada upaya promotif maupun preventif seperti dalam Askes Sosial.

Menurut Dr. Adhe, dampak implementasi Askes Sosial bagi bisnis Perusahaan Askes Komersial akan menimbulkan terjadinya pergeseran segmentasi pasar dari korporasi ke perseorangan. Ia menjelaskan, segmen pasar asuransi komersial saat ini  95% dari 8,8 juta jiwa peserta. Berasal dari perusahaan dan 5% sisanya berasal dari inisiatif perorangan. Perusahaan tidak akan membayar premi dua kali ke BPJS dan Asuransi Komersial. Karenanyaperusahaan akan mengalihkan karyawannya menjadi peserta BPJS. Namun demikian pada level top manager akan tetap menjadi pasar asuransi komersial. Selain itu akan terjadi peningkatan permintaan produk asuransi dalam bentuk penggantian uang “cash plan”, tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Prof. Hasbullah Thabrani, sebagai penanggap dalam seminar tersebut. Ia menyakinkan SJSN tidak akan menjadi ancaman bagi Askes Komersial. Menurutnya, munculnya SJSN adalah karena ketidakmampuan Askes Komersial menjangkau seluruh pasar, sehingga lahirlah asuransi sosial. 

Provider Kesehatan Minta Dilibatkan

Penyedia fasilitas kesehatan merasa tidak dilibatkan dalam merumuskan kebijakan SJSN, demikian disampaikan Dr. Drg. Ronnie Rivany, mewakili penyedia fasilitas kesehatan. Ia mengkhawatirkan implementasi SJSN akan memberatkan RS Swasta sebagai penyedia fasilitas kesehatan. Perwakilan Pengurus Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) ini mengungkapkan bahwa untuk melayani Jamkesda dan Jamkesmas saja RS sudah kerepotan.

Ia menginginkan agar kajian Askes Sosial, khususnya mengenai penentuan tarif, harus melibatkan lintas sektoral. Jika tarif yang ditetapkan BPJS tidak sesuai dengan “cost” RS,  akan sangat merugikan Rumah Sakit. Ronnie juga mengusulkan, pemberian insentif pajak bagi RS juga sangat penting untuk dipertimbangakan oleh Pemerintah.

Hasbullah Thabrany menanggapi kekhawatiran PERSI, bahwa dengan adanya SJSN akan menentukan kesamaan tarif RS dan menurunkan unit cost RS. Namun demikian, tidak ada pilihan bagi RS selain harus lebih efisien agar dapat menekan biaya.

Kesamaan tarif akan membuat RS untuk saling bersaing meningkatkan pelayanan pasien. Hasbullah mencontohkan, “misalnya tarif operasi usus buntu antara RS A dan RS B sama. Namun jika pelayanan RS A buruk, maka pasien akan beralih ke RS B yang pelayanannya lebih baik”. (AK)

 

 

© Martabat, Desember 2011

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Askes Sosial Tidak Ancam Askes Komersial
http://www.jamsosindonesia.com/forum/askes_sosial_tidak_ancam_askes_komersial
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016