jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

14 tahun sudah Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) mengudara. Perjalan panjang SJSN banyak menemui berbagai kendala dalam penatalaksanaan dan implementasinya.

Mulai dari terulurnya waktu pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang memakan waktu hingga 7 tahun sampai kini dihadapkan dengan berbagai permasalahan terkait penyelenggaraan program jaminan sosial nasional di lapangan.

Tahun 2019 mendatang merupakan titik penting dan genting bagi pelaksanaan kelima program jaminan sosial nasional yang terdiri atas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).

Bagi program JKN tahun 2019 adalah tahun krusial untuk melihat capaian cakupan kepesertaan semesta sebesar 257,5 juta jiwa sesuai dengan amanat Peta Jalan Menuju Jaminan Kesehatan Nasional 2012-2019. Begitupula dengan keempat program jaminan ketenagakerjaan (JKK, JKM, JHT, JP) yang menargetkan seluruh pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan prioritas sektor formal sesuai Penjelasan Umum UU SJSN di tahun 2019 mendatang.

Tujuan mulia penyelenggaraan SJSN untuk memberikan kepastian perlindungan dan mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tentu tidak dapat terselenggara tanpa dukungan berbagai pihak termasuk di dalamnya pengawalan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Mari ‘TEROPONG’ bersama lika-liku penyelenggaraan SJSN.