jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Teropong


Persiapan penyelenggaraan program jaminan sosial bagi seluruh penduduk Indonesia telah me-
lampaui tenggat peralihan lima tahun yang ditetapkan dalam UU SJSN Pasal 52 ayat (2), yang jatuh
pada 19 Oktober 2009.  Setelah terkatung-katung selama dua tahun, Wakil Rakyat dan Pemerintah ber-
sepakat untuk menambah masa persiapannya hingga tahun 2013.  Penambahan waktu persiapan diatur
dalam UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

Penyelenggaraan program jaminan kesehatan sosial nasional akan dimulai pada 1 Januari 2014 oleh BPJS Kesehatan.
Penyiapan peraturan pelaksanaan yang terkait penyelenggaraan program jaminan kesehatan diberi tambahan waktu
hingga 25 November 2012.

Keempat program jaminan sosial nasional lainnya - program jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua,
jaminan kematian, akan mulai diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan paling lambat pada 1 Juli 2015. Penyiapan peraturan
pelaksanaan yang terkait penyelenggaraan keempat program jaminan sosial tersebut diberi tambahan waktu hingga 25 November 2013.

Masih ada satu catatan penting.  Pegawai Negeri Sipil, Prajurit TNI dan Anggota POLRI akan mendaftarkan dirinya menjadi peserta program
jaminan kesehatan ke BPJS Kesehatan bersamaan dengan warga Negara Indonesia lainnya mulai 1 Januari 2014. Namun, untuk program jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian, mereka akan tetap menjadi peserta TASPEN atau ASABRI dalam 18 tahun mendatang dan akan mendaftarkan dirinya ke BPJS Ketenagakerjaan paling lambat mulai tahun 2029.

Saat ini Kementerian Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat memimpin dan mengoordinasikan persiapan pelaksanaan SJSN.  Menteri Koordinator Bidang Kesra telah membentuk Tim Penyiapan Pelaksanaan BPJS. Teropong perjalanan SJSN.  Temui para pakar dan praktisi jaminan sosial, serta dapatkan kiat-kiat sukses penyelenggaraan program jaminan sosial.