jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

PraSJSN > Jamsostek > Manfaat

Manfaat JAMSOSTEK - Jaminan Kecelakaan Kerja

  1. Dasar Hukum pengaturan adalah Peraturan Pemerintah 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 76 Tahun 2007  Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja
  2. Program Jaminan Kecelakaan Kerja berupa pemberian kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami:
    • kecelakaan pada saat dimulai berangkat bekerja sampai tiba kembali dirumah, atau 
    • menderita penyakit akibat hubungan kerja

 

1. Santunan

  • Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB)
  1. 4 bulan pertama, 100% upah sebulan
  2. 4 bulan kedua, 75% upah sebulan
  3. Selanjutnya 50% upah sebulan

 

  • Santunan Cacat
  1. Cacat sebagian untuk selama-lamanya dibayarkan sekaligus sebesar % tabel x 80 bulan upah
  2. Cacat total untuk selama-lamanya, dibayarkan sekaligus dan berkala, sebesar:
    • Sekaligus : % tabel x 80 bulan upah
    • Berkala    : Rp 200.000,00 per bulan selama 24 bulan
  3. Cacat kekurangan fungsi, dibayarkan sekaligus sebesar % kurang fungsi x % tabel x 80 bulan upah

 

  • Santunan Kematian
  1. Santunan dibayarkan sekaligus, sebesar  60 % x 80 bulan upah, sekurang-kurangnya sebesar santunan kematian
  2. Santunan dibayarkan berkala sebesar Rp. 200.000,00 per bulan selama 24 bulan
  3. Biaya pemakaman sebesar Rp 2.000.000,00

 

2. Pengobatan dan Perawatan

  • Biaya Pengobatan dan perawatan untuk suatu peristiwa kecelakaan, sebesar maksimum Rp 12.000.000,00
  • Biaya pengobatan dan perawatan mencakup:
  1. Dokter
  2. Obat
  3. Operasi
  4. Rontgen, laboratorium
  5. Perawatan di Puskesmas, Rumah Sakit Umum Pemerintah Kelas 1 atau RS Swasta yang setara
  6. Mata
  7. Jasa tabib/sinshe/tradisional yang telah mendapat izin resmi dari instansi yang berwewenang.

 

3. Rehabilitasi

  • Penggantian pembelian:
  1. Alat pengganti anggota badan (prothose)
  2. Alat bantu (orthose)
  • Penggantian diberikan satu kali untuk setiap kasus
  • Harga berdasarkan pada harga standar yang ditetapkan oleh Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit Umum Pemerintah dan ditambah 40 % dari harga standar, dan maksimum penggantian sebesar Rp 2.000.000,00 

 

4. Ongkos Pengangkutan

  • Penggantian ongkos pengangkutan tenaga kerja dari tempat kejadian kecelakaan ke rumah sakit.
    1. Penggantian ongkos angkutan darat/sungai/danau,  maksimum Rp 400.000,00
    2. Penggantian ongkos angkutan laut, maksimum Rp 750.000,00
    3. Penggantian ongkos angkutan udara, maksimum Rp 1.500.000,00

 

5. Santunan dan Pengobatan Penyakit Yang Timbul Akibat Kerja

  • Bentuk dan besar santunan sama dengan santunan kecelakaan kerja
  • Pengobatan dan perawatan sama dengan ketentuan bagi kecelakaan kerja
  • Santunan, pengobatan dan perawatan diberikan selama hubungan kerja dan 3 tahun setelah putus hubungan kerja
  • 31 jenis penyakit yang timbul akibat hubungan kerja (Lampiran Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 22 Tahun 1993, Tanggal 27 Pebruari 1993)  mencakup:
  1. Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (silicosis, antrakosilikosis, asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian.
  2. Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras.
  3. Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu kapas, vlas, henep dan sisal (bissinosis).
  4. Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan.
  5. Alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik.
  6. Penyakit yang disebabkan oleh berilium atau persenyawaannya yang beracun.
  7. Penyakit yang disebabkan oleh kadmium atau persenyawaannya yang beracun.
  8. Penyakit yang disebabkan fosfor atau persenyawaannya yang beracun.
  9. Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenyawaannya yang beracun.
  10. Penyakit yang disebabkan oleh mangan atau persenyawaan-nya yang beracun.
  11. Penyakit yang disebabkan oleh arsen atau persenyawaan-nya yang beracun.
  12. Penyakit yang disebabkan oleh raksa atau persenyawaan-nya yang beracun.
  13. Penyakit yang disebabkan oleh timbal atau persenyawaan-nya yang beracun.
  14. Penyakit yang disebabkan oleh fluor atau persenyawaan-nya yang beracun.
  15. Penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida. beracun.
  16. Penyakit yang disebabkan oleh derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatik yang beracun.
  17. Penyakit yang disebabkan oleh benzena atau homolognya yang beracun.
  18. Penyakit yang disebabkan oleh derivat *30147 nitro dan amina dari benzena atau homolognya yang beracun.
  19. Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin atau ester asam nitrat lainnya.
  20. Penyakit yang disebabkan oleh alkohol, glikol atau keton.
  21. Penyakit yang disebabkan oleh gas atau uap penyebab asfiksia atau keracunan seperti karbon monoksida, hidrogensianida, hidrogen sulfida, atau derivatnya yang beracun, amoniak seng, braso dan nikel.
  22. Kelainan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.
  23. Penyakit yang disebabkan oleh getaran mekanik (kelainan-kelainan otot, urat, tulang persendian, pembuluh darah tepi atau syaraf tepi.
  24. Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dalam udara yang berkenaan lebih.
  25. Penyakit yang disebabkan oleh radiasi elektro magnetik dan radiasi yang mengion.
  26. Penyakit kulit (dermatosis) yang disebabkan oleh penyebab fisik, kimiawi atau biologik.
  27. Kanker kulit epitelioma primer yang disebabkan oleh ter, pic, bitumen, minyak mineral, antrasena atau persenyawaan, produk atau residu dari zat tersebut.
  28. Kanker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes.
  29. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit yang didapat dalam suatu pekerjaan yang memiliki risiko kontaminasi khusus.
  30. Penyakit yang disebabkan oleh suhu tinggi atau rendah atau radiasi atau kelembaban udara tinggi.
  31. Penyakit yang disebabkan bahan kimia lainnya termasuk bahan obat.

 

6. Tabel Santunan Tunjangan Cacat Tetap Sebagian dan Cacat Lainnya

 

 

7. Tabel Manfaat JKK-LHK