jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Klinik / Pertanyaan

Pembayaran Kolektif

30 December 2016
Saya jadi bingung sejak sistem pembayarannya jadi kolektif. Dua hari lalu saya mendapat notifikasi dari bank yang saya gunakan untuk autodebet pembayaran BPJS, bahwa saya harus memperbarui surat kuasa autodebet-nya. Karena sistem pembayaran sekarang kolektif 1 KK, maka saya harus buat surat pernyataan baru bahwa saya akan membayar untuk ibu dan adik saya (yang tercantum di KK). Persoalannya, ibu saya PNS. Sistem pembayaran BPJS beliau ikut model Askes lama, dipotong dari gaji bulanan. Saya dan adik tidak bisa ikut ibu, karena sudah lewat umur tanggungannya. Kalo saya yang bayar, saya juga harus bayar iuran ibu dan adik. Lalu iuran untuk ibu saya jadi dobel? Apa gimana? Mohon bantuan penjelasan.

Jawaban

Anda dapat mengajukan pemisahan iuran. Menurut Pasal 3 Peraturan Direksi BPJS Kesehatan No. 16 Tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Penagihan dan Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan Nasional, tagihan iuran Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja adalah bersifat kolektif untuk seluruh anggota keluarga sebagaimana yang terdaftar pada kartu keluarga dan atau yang sudah didaftarkan sebagai anggota keluarga.
 
Bagi anggota keluarga yang sudah bekerja dan/atau menikah namun masih tercatat dalam satu Kartu Keluarga yang sama dapat mengajukan pemisahan iuran berdasarkan ketentuan sebagai berikut:
  1. Mengajukan permohonan tertulis dengan melampirkan: copy kartu keluarga, Copy KTP/Identitas diri lainnya; surat keterangan sudah bekerja.
  2. Bagi anggota keluarga yang telah bekerja, dapat menyampaikan informasi bahwa nama-nama anggota keluarga yang akan disatukan ke dalam virtual account keluarga yang terpisah dari virtual account keluarga induk.
Persoalan ini juga banyak dialami peserta lain. Semoga BPJS Kesehatan memberi perhatian serius mengenai pemberlakuan peraturan baru agar tidak membingungkan peserta.

Konsultan Martabat