jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Opini - Optimalkan Peran Puskesmas Sebagai Ujung Tombak Penyelenggaraan JKN

Oleh: A.A.Oka Mahendra, S.H. (Ahli Hukum dan Peraturan Perundang-undangan) 23 January 2018

Salah satu masalah krusial yang dihadapi oleh BPJS Kesehatan sejak beroperasi pada 1 Januari 2014 sampai sekarang ialah deficit anggaran.Penerimaan dari Iuran Peserta jauh lebih kecil ketimbang pengeluaran untuk pembayaran manfaat atau pembiayaan layanan JKN.Defisit atau manfaat/layanan JKN yang unfunded bertengger pada kisaran RP.9 triliun.Pemerintah turun tagan untuk mengatasi kesulitan keuangan BPJS Kesehatan dengan menyuntikkan dana segar dalam empat tahun terakir sebanyak 15,9 triliunan rupiah yang diambil dari APBN.Tingkat kesehatan keuangan BPJS Kesehatan harus tetap dipelihara,agar tetap dapat beroperasi.BPJS Kesehatan tidak boleh berhenti beroperasi.Hak asasi warga atas  jaminan social kesehatan harus dipenuhi sesuai dengan amanat konstitusi. Negara terutama pemerintah bertanggung jawab untuk itu.Penyelenggaraannya diserahkan kepada BPJS Kesehatan.Kita sungguh prihatin mengikuti pemberitaan mass media mengenai puluhan anak-anak warga suku Asmat di Papua meninggal dunia karena terlambat atau kurang mendapat pelayanan medis.Di masa yang kan dating tragedy kemanusiaan itu tidak boleh terjadi.Manfaat pelayanan kesehatan harus dapat diakses dengan mudah oleh penduduk sampai di pelosok tanah air.Negara harus hadir untuk memnuhi hak setiap orang atas jaminan social termasuk jaminan kesehatan.

Pasal 23 ayat(1)UU SJSN menentukan“Manfaat jaminan kesehatan diberikan pada fasilitas kesehatan milik pemerintah atau swasta yang menjalin kerjasama dengan BPJS”.

Ujung Tombak.

Salah satu Fasilitas Kesehatan Milik Pemerintah yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan adalah Pusat Kesehatan Masyarakat(Puskesmas).Profil Kesehatan Indonesia 2016 terbitan Kemenkes tahun 2017 mencatat jumlah Puskemas pada tahun 2015 sebanyak 9.767 tersebar di seluruh Indonesia,diawaki oleh 16.527 dokter,6.618 dokter gigi,120.081 bidan,dan 98.864 perawat dan tenaga kesehatan.Jumlah tersebut tentu belum mencukupi untuk melayani lebih 250 juta penduduk Indonesia yang tersebar diperkotaan sampai dengan daerah terpencil.Untuk mengurangi deficit BPJS Kesehatan di masa yang akan datang,salah satu cara yang dapat melengkapi upaya pemerintah dalam memelihara kesehatan keuangan BPJS Kesehatan ialah dengan mengoptimalkan peran Puskesmas dalam penyelenggaraan JKN.

Puskesmas sebagai salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama(FKTP)merupakan ujung tombak untuk memberikan pelayanan kesehatan perseorangan yang komprehensis mencakup pelayanan promotif,preventif,kuratif dan rehabilitative,kebidanan,dan pelayanan kesehatan darurat medis,termasuk pelayananpenunjang yang meliputi pemeriksaaan laboratorium sederhana,dan pelayanan kefarmasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Puskemas diharapkan dapat menyelesaikan secara tuntas pelayanan kesehatan non spesialistik,dan pelayanan medis yang mencakup kasus medis yang dapat diselesaikan secara tuntas di FKTP,yaitu :kasus medis yang mebutuhkan penanganan sebelum dilakukan rujukan,kasus medis rujuk balik,pemeriksaan,pengobatan,dan tindakan pelayanan kesehatan gigi tingkat pertama,pemeriksaan ibu hamil,nifas,ibu menyusui,bayi,anak balita oleh dokter   dan rehabilitasi medik dasar.

Puskesmas sebagai FKTP memberikan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Lanjutan  secara selektif berdasarkan atas indikasi medis bahwa pasien sungguh-sungguh  memerlukan  pelayanan kesehatan spesialis atau sub spesialis.

Selain itu,Puskesmas perlu mengoptimalkan pelayanan promotif dan preventif untuk membudayakan perilaku hidup sehat,guna mengurangi angka kesakitan,lebih-lebih lagi untuk penyakit katastropik yang memerlukan biaya mahal.

Untuk optimalisasi peran Puskesmas dalam penyelenggaraan JKN,jumlah Puskesmas perlu ditambah agar menjangkau penduduk di daerah terpencil,dan perbatasan.Demikian pula tenaga dokter,dokter gigi,bidan,perawat dan tenaga kesehatan lainnya perlu ditambah dan disebarkan secara proporsional sesuai dengan luas wilayah dan jumlah penduduk, didukung oleh prasarana dan sarana dan obat-obatan serta sarana media habis pakai yang lebih memadai.

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Optimalkan Peran Puskesmas Sebagai Ujung Tombak Penyelenggaraan JKN
http://www.jamsosindonesia.com/opini/optimalkan_peran_puskesmas_sebagai_ujung_tombak_penyelenggaraan_jkn
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2019

Komentar
Email*
Nama
Website