x

Login

Lupa Password

Jaminan Sosial dan Cita-Cita Kemerdekaan

oleh: A. A. Oka Mahendra 22 August 2011 (Ahli Peraturan Perundang-undangan. Mantan Dirjen PP Depkum & HAM)

Setiap tanggal 17 Agustus segenap bangsa Indonesia di seluruh pelosok tanah air memperingati hari ulang tahun kemerdekaan negara Indonesia. Memperingati ulang tahun kemerdekaan hendaknya bukan sekedar formalitas rutin tahunan. Peringatan ulang tahun kemerdekaan hendaknya dijadikan momentum mawas diri. Sebagai bangsa kita patut mempertanyakan apakah cita cita kemerdekaan telah dapat kita capai?

Alinea kedua Pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945 dengan bijak merumuskan bahwa Negara Indonesia yang dicita-citakan adalah negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Negara yang merdeka artinya Negara yang tidak dijajah oleh siapapun, oleh Negara manapun dan dalam bidang apapun. Negara yang bersatu adalah negara yang tinggi solidaritasnya sebagai satu bangsa yang bhinneka tunggal ika. Negara yang berdaulat berarti bahwa bahwa Negara Indonesia memiliki kewenangan tertinggi untuk menentukan masa depan bangsanya, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan dan lain-lain. Negara yang adil dan makmur berarti bahwa dalam Negara Indonesia setiap warganya dapat menikmati keadilan prosedural dan juga keadilan substantive, serta kemakmuran bersama sebagai bangsa yang bermartabat.

PILAR KETAHANAN NASIONAL

Cita-cita kemerdekaan itu sulit terbayangkan, tanpa penyelenggaraan jaminan social sebagai salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Setiap orang di Negara Indonesia, mulai dari lahir sampai dengan meninggal dunia berhak mendapat jaminan sosial, untuk memberikan kepastian perlindungan bahwa mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup, jika menghadapi risiko berkurang atau hilangnya pendapatan keluarganya sebagai akibat dari sakit, kecelakaan kerja, melahirkan, memasuki usia lanjut atau pensiun.

Eksistensi sistem jaminan sosial yang adekuat diakui sebagai salah satu pilar untuk membangun ketahanan nasional suatu bangsa. Karena melalui penyelenggaraan sistem jaminan sosial memungkinkan masyarakat merasa kehidupannya lebih aman, lebih baik karena mereka tidak perlu khawatir atas berbagai risiko kerugian.

Pada sisi lain jaminan sosial memastikan setiap orang memperoleh pelayanan dasar yang sama untuk setiap program jaminan sosial yang wajib diikuti. Lebih jauh jaminan sosial dapat meningkatkan kualitas kehidupan individual maupun sosial dengan mengembangkan potensi sumber daya manusia, memfasilitasi perubahan struktural, meningkatkan stabilitas, memajukan keadilan sosial dankegotongroyongan, serta menaikkan dinamika ekonomi.

Peringatan ulang tahun kemerdekaan ke 66 sekarang ini hendaknya dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen bangsa kita melaksanakan amanat konstitusi untuk mewujudkan hak setiap orang atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan mereka secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. Sampai sekarang hanya sekitar 20% penduduk Indonesia yang telah dilindungi oleh jaminan sosial. Membiarkan 80% penduduk tidak dilindungi oleh jaminan sosial selain bertentangan dengan konstitusi juga tidak sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Negara Indonesia.

Perluasan cakupan kepesertaan jaminan sosial tidak boleh ditunda lagi, demikian pula peningkatan manfaat jaminan sosial harus segera dilakukan agar seluruh penduduk dapat secara nyata menikmati arti kemerdekaan yang paripurna. (AO)

 

© Martabat, Agustus 2011

Follow Kami di:

Print this page

 

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Jaminan Sosial dan Cita-Cita Kemerdekaan
http://www.jamsosindonesia.com/opini/jaminan_sosial_dan_cita-cita_kemerdekaan
© Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2013
Komentar
Email*
Nama
Website
Iklan



Kembali Ke Jamsosda Atas