jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Opini - Capres Peduli Jaminan Sosial

Oleh: A.A. Oka Mahendra, S.H 28 May 2014

Dua pasang Calon Presiden dan Wakil Presiden dipastikan akan bersaing ketat dalam pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilppes) 9 Juli 2014.

Pasangan  Prabowo Subianto - Hatta Rajasa diusung oleh koalisi Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, PBB dan Partai Golkar akan berhadapan dengan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Mohamad Jusuf Kalla (JK) yang diusung oleh PDIP, Partai Nasdem, PKB, Partai Hanura dan PKPI.

Masing-masing pasangan telah menyusun strategi dan melakukan manuver politik untuk meraih dukungan pemilih agar keluar sebagai pemenang.

Kedua pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden tersebut dengan penuh optimisme maju ke medan juang Pemilu Presiden 2014 yang tinggal 42 hari lagi.

Masing-masing menyatakan kesiapannya untuk memimpin 250 juta rakyat Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Prabowo Subianto - Hatta Rajasa bercita-cita Indonesia ke depan nanti akan bangkit menjadi macan Asia.

Sedangkan Jokowi - JK akan melakukan revolusi mental untuk menegakkan kedaulatan bangsa di bidang politik, kemandirian di bidang ekonomi dan kepribadian nasional di bidang kebudayaan.

UJIAN DEMOKRASI

Pilpres 2014 ini merupakan ujian bagi proses demokrasi di Indonesia.

Menurut Samuel P Hutington salah satu ujian demokrasi ialah keberhasilannya dalam melaksanakan suksesi kepemimpinan nasional secara damai dan demokratis.

Dalam Pilpres 2014 ini akan terjadi suksesi kepemimpinan nasional dari SBY kepada Presiden terpilih.

Siapakah yang akan memimpin Indonesia dalam 5 (lima) tahun ke depan nanti?

Rakyatlah yang menentukan!

Suara rakyatlah yang akan mengantarkan salah satu pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden menuju kursi orang Nomor 1 dan Nomor 2 di Republik ini.

Karena itu, dapatlah dimaklumi jika masing-masing pasangan calon berupaya keras menarik simpati rakyat.

Kita berharap masa kampanye Pilpres yang akan dimulai 4 Juni 2014 nanti, menjadi ajang pendidikan politik yang mencerdaskan rakyat, patuh pada aturan, menghormati etika dan  membuka wawasan mengenai  makna demokrasi, dalam Negara yang berkedaulatan rakyat dan konstitusional.

Politik uang, kampanye hitam, pelanggaran aturan dan etika kampanye harus dihindarkan untuk mewujudkan Pilpres yang demokratis, berkualitas, tertib dan damai.

PEDULI JAMINAN SOSIAL

Pilihan rakyat yang didasarkan pada pertimbangan yang rasional, dalam suasana yang tenang dan damai diharapkan menghasilkan pemimpin yang aspiratif, dan responsive terhadap dinamika kehidupan nyata yang dihadapi oleh rakyat.

Salah satu aspek yang kini menjadi harapan rakyat adalah terselenggaranya sistem Jaminan Sosial Nasional.

Dengan telah beroperasinya BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014 dan akan diikuti dengan beroperasinya BPJS Ketenagakerjaan paling lambat pada 1 Juli 2015, transformasi Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional sebenarnya telah dimulai.

Namun, masih diperlukan pemantapan kelembagaan, manajemen organisasi, perubahan budaya kerja, peningkatan profesionalitas dan integritas SDM, kesadaran masyarakat, kualitas pelayanan, penyediaan sarana dan prasarana.

Jaminan Sosial Nasional yang diselenggarakan secara professional, dan bertanggungjawab memainkan peran strategis  dalam mewujudkan kesejahterasan masyarakat.

Untuk itu, ke depan nanti siapapun yang akan terpilih menjadi pemimpin pemerintahan diaharapkan mempunyai komitmen yang kuat dan kepedulian yang serius untuk  mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Itulah salah satu amanat konstitusi yang wajib dilaksanakan secara sungguh-sungguh  oleh Presiden terpilih nanti.

Pemilih kini perlu menimbang-nimbang kepedulian dan komitmen nyata Calon Presiden dan Calon Wakli Presiden sebeleum menetukan pilihan.

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Capres Peduli Jaminan Sosial
http://www.jamsosindonesia.com/opini/capres_peduli_jaminan_sosial
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016

Komentar
Email*
Nama
Website