jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Opini - 2045: INDONESIA EMAS DENGAN JKN-KIS ?

Oleh: Odang Muchtar (Praktisi Jaminan Sosial dan Asuransi Jiwa) 25 July 2017

Dalam 28 tahun ke depan Indonesia akan memasuki 100 tahun merdeka, atau Tahun Indonesia Emas 2045. Pada tahun tersebut penduduk yang saat ini berusia 20-29 tahun, akan berusia antara 35 sampai dengan 65 tahun. Bisakah mereka menjadi penopang “generasi emas”? Untuk itu dalam periode 28 tahun tersebut, kita bertanggung jawab  untuk memastikan efektivitas perbaikan akses memperoleh pendidikan dan layanan kesehatan serta kesempatan kerja/berusaha. Dibidang kesehatan berarti Peta Jalan JKN harus mulus mencapai Universal Health Coverage di tahun 2019, dan seterusnya secara berkesinambungan.

BONUS JADI APA?

Berikut adalah gambaran pergeseran Generasi Millenial sekarang menjelang 28 tahun ke depan, yaitu memasuki Tahun Emas Indonesia Merdeka: 2045. Saat itu struktur kependudukan Indonesia mulai menua, meninggalkan bonus demografi. 

Hingga tahun 2030 kita berada diperiode (menikmati?) bonus demografi, untuk selanjutnya 15 tahun kemudian memasuki “periode usia tua” ditahun 2045. Saat itu merupakan tahun emas kemerdekaan kita. Dengan pergeseran jumlah penduduk berdasarkan usia, dan pendidikan seperti di gambarkan di atas, maka dibutuhkan dua aspek berikut agar bonus demografi bermanfaat efektif:

  1. Kita harus berhasil untuk mendorong sumber daya manusia usia 20 sampai dengan 49 tahun yang berjumlah 110,7 juta, dapat masuk dan memenuhi kebutuhan pasar kerja (baca: kesempatan kerja dan peluang berusaha).
  2. Dengan kesempatan kerja dan peluang berusaha terpenuhi, maka kedua bentuk proteksi BPJS sangat dibutuhkan atau bahkan merupakan persyaratan, agar saat mencapai usia lanjut mereka memperoleh pengganti pendapatan dan atau upah. Survei kesehatan bagi penduduk usia lanjut menyebutkan bahwa 15% dalam keadaan sehat dan dapat beraktivitas, bekerja/berusaha; 65% dalam keadaan sakit namun tetap bisa bekerja-beraktivitas, kemudian sisanya 25% dalam sakit membutuhkan bantuan orang lain.

Jumlah penduduk berusia >15 yang bekerja menurut laporan BPS-Sakernas 2015-2016 sebagai berikut:

Postur sosial ekonomi PBPU (berusaha sendiri) dan buruh/karyawan berdasarkan laporan BPS tersebut adalah sebagai berikut:

  1. PBPU yang menggunakan istilah BPS-Sakernas 2015-2016 disebut “penduduk berusaha sendiri”, berjumlah 43,7 juta ditahun 2016, dengan pendapatan rata-rata 1,7 juta rupiah sebulan, dengan pendidikan 64% sampai sekolah menengah, dan sudah menikah 70 persen serta 54% berusia muda 20 sampai dengan 44 tahun.
  2. Buruh/karyawan ditahun 2016 berjumlah 45,8 juta pada ratusan ribu perusahaan besar, sedang dan kecil termasuk BUMN sampai sebagai ASN. Sifat hubungan kerja mereka lebih dari sepuluh juta orang sebagai KKWT, outsourcing yang berdampak pada perlakuan yang tidak menguntungkan untuk memiliki jaminan sosial dari BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.
  3. Jumlahkeduanya adalah : 49,5 juta orang dan sisanya adalah “pekerja bebas di pertanian”, “pekerja bebas di non-pertanian”, serta “pekerja keluarga/tak dibayar” sebanyak 27,6 juta orang.

Dengan kenyataan A dan B tersebut di atas, terutama dari segi aspek usia dan pendidikan, maka kita menghadapi tantangan berat agar puluhan juta SDM tersebut dapat memperoleh kesempatan kerja dan berusaha yang sesuai dengan pendidikan 64% tamat sekolah menengah, dan didominasi  berusia muda di bawah 50 tahun. Kesempatan kerja dan berusaha yang sesuai (menurut Menteri/Kepala Bappenas/Kompas, Juli 2017) adalah dibidang manufaktur dan jasa yang berbasis agro-bisnis dan kelautan. Keduanya diupayakan usaha padat karya dengan dibekali ketrampilan kerja.

Kesempatan kerja dan peluang berusaha tersebut pintu masuk agar mereka berkemampuan membayar iuran kedua proteksi Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
2045: INDONESIA EMAS DENGAN JKN-KIS ?
http://www.jamsosindonesia.com/opini/2045_indonesia_emas_dengan_jkn-kis
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016

Komentar
Email*
Nama
Website