x

Login

Lupa Password

Berita SJSN > Jaminan Kesehatan

14 Nopember 2012

Warga Masih Berobat Tanpa Kartu Sehat

Sistem berjenjang dipakai dalam Kartu Jakarta Sehat. Pasien bisa berobat ke rumah sakit setelah ada rujukan dari puskesmas.

MESKIPUN Gubernur Joko Widodo telah membagikan Kartu Jakarta Sehat (KJS) di Kelurahan Pademangan, Jakarta Utara, belum semua warga memakai kartu tersebut saat berobat di puskesmas. Di Puskesmas Pademangan Timur, warga yang berobat belum menggunakan KJS. Hal itu disebabkan KJS ma sih dalam pembuatan. Padahal Pa demangan merupakan kelurahan pertama yang disambangi Jokowi dalam pembagian KJS tersebut. Setiap individu yang berobat masih dikenai biaya administrasi Rp2.000. Nunung, 35, warga yang berobat di Puskesmas Pademangan Timur, mengaku belum memiliki KJS. “Saya sedang membuat kartu itu. Lagi menunggu jadi,” ujar ibu rumah tangga yang memiliki penyakit asma itu, kemarin. Rekannya, Sumarsih, 53, juga belum memiliki KJS. Saat berobat ke puskesmas, dia hanya membawa fotokopi KTP dan uang pendaftaran Rp2.000. “Saya pernah pakai SKTM (surat ke terangan tidak mampu) dan nebus obatnya di apotek luar. Bayar Rp80 ri bu buat saya kemahalan. Mungkin ka rena obatnya enggak ada di puskesmas,” keluhnya. Di depan ruang tunggu terdapat dua loket dan tertulis layanan puskesmas gra tis. Kedua warga itu pun puas meski belum memiliki KJS. “Pelayanan me muaskan. Ramah-ramah juga,” ujar Su marsih sambil tersenyum.

Selain warga yang belum punya KJS, ada juga rumah sakit yang belum me nandatangani kerja sama dengan Pemprov DKI terkait KJS. Contohnya, Rumah Sakit Jantung Harapan Kita be lum memiliki kesepakatan dengan Pemprov DKI. “Belum ada MoU. Mekanisme pemakaiannya pun belum tahu seperti apa, nantinya gratis semua ta hapan pengobatan atau ada yang berbayar,“ jelas Anwar, Kepala Humas RS Jantung Harapan Kita. Saat ini pasien rumah sakit tersebut yang tidak mampu masih menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Sebaliknya, RS Kanker Dharmais sudah siap menggunakan KJS sejak kartu itu diluncurkan 10 November lalu. Prosedur penggunaan KJS pun telah ditempel di dinding dekat loket administrasi rumah sakit tersebut. KJS hanya dikhususkan bagi pasien rujukan yang menderita kanker dan HIV/AIDS. Menurut Sulistyo, petugas SKTM/Gakin RS Dharmais, pasien KJS cukup menyertakan surat rujukan dari puskesmas, KTP, dan kartu keluarga (KK) kepada pihak RS. KJS juga bisa digunakan untuk biaya operasi kanker.
Berjenjang Menanggapi beragamnya penerimaan KJS, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati menjelaskan KJS dibagikan secara bertahap kepada seluruh penduduk Jakarta yang masuk pendataan program perlindungan sosial (PPLS) 2011. “Untuk tahap I telah dibagikan seba nyak 3.005 kartu di enam kelurahan,“ ujar Dien. Kelurahan yang dimaksud yaitu Bukit Duri sebanyak 502 kartu, Pademangan Timur (497), Marunda (494), Tanah Tinggi (503), Tambora (504), dan Manggarai (505). KJS tersebut digunakan di seluruh puskesmas dan perawatan kelas III di 88 rumah sakit yang sudah menandatangani kerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ia menekankan pasien tidak bisa tiba-tiba datang ke rumah sakit untuk berobat dengan KJS. “Pelayanan kesehatan dilakukan secara berjenjang, yaitu masyarakat harus berobat ke puskesmas dahulu. Apabila puskesmas tidak bisa menangani, baru dirujuk ke RSUD,“ kata Dien seraya menanggapi masalah pasien di RS Harapan Kita. Beberapa RS yang juga melayani KJS antara lain RS Persahabatan, RSCM, dan RS Fatmawati. Pada prinsipnya warga DKI yang belum mendapat KJS bisa memakai kartu Jamkesda/Gakin atau menunjukkan KTP dan KK, sampai semua KJS tercetak. (*/J-4) suhud@mediaindonesia.com

Sumber: Media Indonesia

Follow Kami di:

Komentar
Email*
Nama
Website
Iklan



Kembali Ke Jamsosda Atas