x

Login

Lupa Password

Berita SJSN > Jaminan Kesehatan

14 Nopember 2012

Semua Warga Jakarta Berhak Dapat Kartu Jakarta Sehat

Termasuk buruh yang sudah mendapatkan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dari perusahaannya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menjamin setiap buruh dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta berhak mendapatkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) meskipun para buruh sebagian besarnya sudah mendapatkan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dari perusahaannya.

“Sebetulnya Pak Gubernur menginginkan semua warga DKI Jakarta, termasuk dengan buruh harus kita urus. Mereka meskipun mendapatkan Jamsostek, tapi kan juga terkadang mereka tidak mendapatkan pelayanan yang layak dari perusahaannya,” kata Basuki, saat ditanyai sebelum berangkat ke Jogjakarta untuk mewakili Gubernur dalam Musrenbang Nasional Jawa-Bali, Selasa (13/11).

Seperti diketahui, Kartu Jakarta Sehat (KJS) hanya diperbolehkan bagi warga DKI yang tidak memiliki asuransi, sementara yang kita ketahui sejumlah pekerja dengan upah minim terkadang mendapatkan Jamsostek dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Pemerintah Provinsi DKI pun mengambil jalan alternatif lain yakni warga dengan Jamsostek, seperti halnya para buruh ini diperbolehkan memilih salah satu jaminan pelayanan kesehatan, apakah itu Jamsostek atau KJS.

“Itu sekarang tergantung mereka, mau pilih dari kita atau Jamsostek silakan, kalau untuk Puskesmas kan sudah free, kalau ke RS ya tinggal ada rujukannya atau tidak saja,” kata Basuki.

Sebanyak 3 ribu KJS telah dibagikan ke sejumlah titik daerah yang memiliki kepadatan penduduk dan tingkat kemiskinan yang tinggi sejak 10 November lalu. KJS hanya berlaku bagi satu nama sesuai dengan nama yang tertera di kartu tersebut.

Kartu ini tidak memiliki batasan penggunaan apapun penyakit yang diderita oleh warga.

Warga yang memiliki KJS tersebut hanya tinggal membawa kartu tersebut ke RS atau Puskesmas didaerahnya, dan lalu menunjukkan kartu tersebut ke bagian pendaftaran. Di bagian pendaftaran, kartu mereka akan digesekkan ke sebuah alat yang merupakan hasil kerjasama dengan PT Telkom, dimana pada saat kartu tersebut digesekkan, maka data dan riwayat penyakit warga tersebut akan terlihat.

Warga hanya tinggal menyebutkan saja tujuan pengobatan mereka kepada petugas registrasi, dan lalu petugas akan memberikan sebuah struk yang nantinya akan dibawa warga untuk menuju ke poli yang dituju. Setelah usai berkonsultasi dengan dokter, warga akan diberikan resep obat yang nantinya akan dibawa kembali ke bagian registrasi.

Di bagian registrasi, petugas akan memasukkan kode penyakit yang diderita, resep obat serta jumlah biaya yang dikeluarkan, dan lalu struk untuk menukar obat akan keluar dan struk tersebutlah yang akan digunakan warga untuk menukarkan obat mereka di apotek terdekat.

 

Sumber : Berita satu

Follow Kami di:

Komentar
Email*
Nama
Website
Iklan



Kembali Ke Jamsosda Atas