x

Login

Lupa Password

Berita SJSN > Pelayanan Kesehatan

07 Mei 2012

Pembangunan Rumah Sakit Buruh Cuma Pengalihan Isu

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Watch menolak rencana pemerintah untuk membangun rumah sakit khusus buruh. Menurut Koordinator BPJS Watch Indra Munaswar, pembangunan rumah sakit buruh tersebut tidak tepat sasaran.

"Seharusnya pemerintah lebih fokus pada pembentukan peraturan pelaksana pengoperasian Undang-Undang BPJS," katanya kepada Tempo seusai diskusi tentang BPJS di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki Jakarta, pada Senin, 7 Mei 2012.

Wacana rumah sakit buruh ini muncul sebagai "hadiah" dari Presiden Yudhoyono dalam Hari Buruh kemarin. Menurut Indra, pemerintah sengaja melemparkan wacana pembentukan rumah sakit khusus buruh agar masyarakat lupa akan adanya BPJS. Padahal, kata Indra, buruh akan lebih dijamin dengan adanya BPJS ketimbang rumah sakit.

Bahkan, menurut Indra, pihaknya menemukan indikasi pembangunan rumah sakit tersebut diambil dari dana yang ada pada PT Asuransi Kesehatan dan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja. "Seharusnya jika memang serius dialokasikan dari APBN," katanya. Indra beralasan bahwa dana yang ada pada kedua BUMN tersebut adalah uang jaminan untuk buruh.

Indra mengatakan dengan adanya rumah sakit buruh, maka menimbulkan kesenjangan antar-lapisan masyarakat dalam memperoleh hak akan kesehatan. "Sedangkan di dalam amanat UU BPJS, maka setiap lapis masyarakat akan memperoleh hak yang sama," ucapnya.

Pihaknya saat ini mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan peraturan pelaksanaan pengoperasian BPJS. Indra mengatakan jika peraturan tersebut lambat direalisasikan, maka nasib masyarakat akan jaminan sosial semakin terkatung-katung.

 

Sumber : Tempo.co

Follow Kami di:

Komentar
Email*
Nama
Website
IklanIklan



Kembali Ke Jamsosda Atas