x

Login

Lupa Password

Berita SJSN > Jaminan Pensiun

14 Desember 2012

Manfaat Pensiun PNS akan Ditingkatkan

Secara parsial, sistem ini akan menambah iuran pemerintah.'' Azwar Abubakar Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi

PEMERINTAH bersama pengelola pensiun pegawai negeri sipil (PNS) PT Taspen dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) tengah menyusun road map untuk mengubah sistem pensiun.
Nantinya, PNS akan menerima manfaat pensiun lebih layak, tetapi dengan potongan yang lebih besar dari gaji saat ini.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, sistem fully funded yang nantinya akan diberlakukan berbeda dengan sistem saat ini yang disebutnya pay as you go. Selama ini, PNS hanya mengiur 4,75% dari gajinya untuk pensiun, sedangkan potongan sebesar 3,25% untuk tabungan hari tua (THT) dan 2% untuk Asuransi Kesehatan (Askes).
Pada sistem yang sedang dikaji, potongan pensiun lebih besar. Di sisi lain, gaji PNS lebih besar karena sudah menerima remunerasi.

“Secara parsial, sistem ini akan menambah iuran pemerintah. Tetapi nantinya akan ada penghematan,“ ungkap Azwar saat jumpa pers Seminar Nasional Grand Design Pensiun: Reformasi Sistem Pensiun PNS di Indonesia, yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin.

Pada jangka pendek, dana yang dikeluarkan pemerintah untuk membayar pensiun skema baru dan skema lama akan sama besar. Namun, pada jangka panjang, dana pensiun dari APBN akan tumbuh melandai. Dengan skema lama, pertumbuhan dana pensiun yang dibayar APBN akan terlalu tajam.

Saat ini, iuran pensiun dari PNS memang jauh lebih kecil dari beban pembayaran pensiun yang dibayar APBN.
Direktur Utama PT Taspen Agus Haryanto mengatakan, setiap tahun penerimaan dari iuran pensiun hanya sekitar Rp7 triliun, sedangkan pembayaran pensiun setiap tahun meningkat. “Tahun ini sekitar Rp60 triliun, yang lalu Rp55 triliun-Rp56 triliun. Kenaikannya sekitar Rp4 triliun-Rp5 triliun per tahun,“ terang Agus. Walaupun beban pembayaran pensiun besar pada APBN, manfaat yang diterima pensiunan justru kecil.
Pensiunan hanya menerima Rp2 juta-Rp4 juta per bulan, termasuk untuk PNS golongan yang lebih tinggi.
“Makanya sistem ini yang sedang didiskusikan supaya beban APBN itu tidak seperti sekarang, tapi dengan manfaat yang lebih baik,“ kata Agus.

Di luar skema pembayaran pensiun itu, Azwar juga menegaskan moratorium penerimaan PNS akan mengurangi beban tanggungan PNS. “Kita downsizing, pada 2011 kita nol terima PNS.
Pada 2012 hanya 16 ribu.
Tahun depan kita belum tahu akan ada moratorium atau bebas,“ ujar Azwar.(Ghe/P-1)

 

Sumber: Media Indonesia epaper

Follow Kami di:

Komentar
Email*
Nama
Website
IklanIklan



Kembali Ke Jamsosda Atas