jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Berita SJSN > Penyelenggara Jaminan Sosial

13 Juli 2017

Ikuti Perubahan Teknologi, BPJS Ketenagakerjaan Harus Optimalkan Kinerja

Perkembangan dunia digital di tengah masyarakat membuat perubahan di berbagai sektor. Salah satunya adalah perubahan di sektor ekonomi.

Dewasa ini, perubahan juga terasa karena perubahan era ekonomi digital memberi dampak pada pergerakan sektor formal menuju informal. Hal ini pun menyebabkan banyak generasi muda yang bekerja mandiri dengan memanfaatkan teknologi digital.

Hal inilah yang membuat Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri berharap BPJS Ketenagakerjaan mampu mengatasi perubahan tersebut.

"Perubahan tersebut menuntut kinerja tinggi BPJS Ketenagakerjaan dalam bentuk kepercayaan, pelayanan yang makin cepat, ramah, dan valid sehingga memberikan hasil yang maksimal," kata Menaker Hanif dalam sambutan yang dibacakan Dirjen PHI dan Jamsos pada acara Rakernas BPJS Ketenagakerjaan di Bandung, Rabu (12/7/2017).

Kepercayaan publik kepada BPJS Ketenagakerjaan juga harus didapatkan. Oleh sebab itu, BPJS Ketenagakerjaan harus lebih berkomitmen tinggi dalam pelayanan dengan mengoptimalkan prinsip tata kelola yang baik dan akuntabel.

Tak hanya itu, Menaker juga menekankan bahwa BPJS Ketenagakerjaan harus mengingkatkan keanggotaan dengan penyederhanaan produser dan memanfaatkan tekonologi. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan performa kinerja organisasi secara efektif dan efisien.

Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan telah melindungi sebanyak 22,6 juta tenaga kerja. Peserta aktif per Juni 2017 mencapai 23,2 juta tenaga kerja. Jumlah tersebut masih belum memenuhi target sebesar 26,2 juta tenaga kerja hingga akhir tahun 2017.

"Agar target tercapai perlu dibangun kebersamaan dan nilai-nilai organisasi ETHIKA (Iman, Ekselen, Teladan, Harmoni, Integritas, Kepedulian, Antusias) untuk memunculkan keselarasan, timbulnya inisiatif, dan strategi baru, serta menciptakan kolaborasi yang positif untuk mencapai visi dan misi BPJS Ketenagakerjaan," tutur Menaker Hanif. 

Komentar
Email*
Nama
Website