x

Login

Lupa Password

Berita SJSN > Pelayanan Kesehatan

10 September 2012

Dokter Puskesmas Dilatih Tangani Penyakit Kronis

MEDAN – PT Asuranasi Kesehatan (Askes) Persero Divisi Regional I menggelar pelatihan pengelolaan penyakit hipertensia kepada para dokter pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan dokter keluarga di sebuah hotel, di Medan, kemarin.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para dokter dalam menangani penyakit kronis. Kepala PT Askes Divre I Zuchrady mengungkapkan,pelatihan ini merupakan bagian dari program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) yang termasuk di dalamnya penyakit diabetes militus (DM) dan hipertensi.

Prolanis merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang mengedepankan pada pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan bagi peserta Askes yang menderita penyakit kronis. Prolanis dilatarbelakangi untuk menjaga kualitas kesehatan peserta Askes yang mengidap penyakit kronis agar tetap terjaga, memiliki biaya kesehatan yang tetap rasional dan memberikan pelayanan yang melampui harapan peserta Askes.

 “Melalui pelatihan ini,para dokter puskesmas dan dokter keluarga yang umumnya berasal dari Aceh, mampu mensosialisasikannya kepada para pasien mereka nantinya tentang prolanis,”ungkapnya. Pelatihan yang digelar sehari penuh itu menghadirkan para nara sumber yang ahli di bidangnya, seperti Prof Dr Harun Rasyid Lubis SpPDKGH, Dr Salli Roseffi Nasution, SpPD-KGH, Dr Alwi Thamrin Nasution SpPD, Dr Syafril Nasution SpPD,dan Dr Rahmawati A Latief SpPd.

 Untuk diketahui, hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah (TD) secara menetap kurang lebih 140/90 mm- HG. Hipertensi yang tidak terkontrol atau tidak diobati dapat menimbulkan komplikasi dan kematian prematur.Komplikasi- komplikasi yang mungkin terjadi, seperti stroke, penyakit jantung koroner, ginjal kronis, gagal ginjal,kerusakan retina hingga kebutaan dan penyakit pembuluh darah perifer,termasuk impotensi. ”Untuk menghindari hal tersebut, PT Askes merasa terpanggil untuk menjaga kualitas hidup para peserta Askes yang terkena penyakit kronis melalui prolanis,”ucapnya.

Dr Zuchrady MM menambahkan, untuk mensukseskan program ini prolanis akan dilaksanakan dengan cara promotif untuk mereka yang terkena DM dan kanker,preventif bagi pasien yang memiliki penyakit hipertensi dan jantung, kuratif khusus untuk mereka yang terkena gagal ginjal dan stroke,serta rehabilitasi untuk penderita yang mengidap penyakit TB Paru dan Asthma.

“Secara keseluruhan, masyarakat umum yang terkena penyakit kronis kurang memahami cara penanggulangan penyakit tersebut.Seperti minum obat, tidak jarang penderita penyakit kronis yang menjalankan anjuran dokter untuk meminum obat secara teratur,” ungkapnya.

Melalui prolanis ini, lanjut dia, setidaknya mereka dapat menambah pengetahuan tentang penanganan penyakit kronis dengan baik dan benar. Sementara itu, Kepala Bidang Operasional PT Askes Divre I Ansharuddin mengungkapkan, melalui prolanis para peserta Askes akan mendapatkan kemudahan.

Seperti tidak perlu lagi mengambil obat ke dokter spesialis,sebab obat tersebut bisa didapatkan melalui dokter puskesmas dan dokter keluarga. “Untuk mendapatkan kartu prolanis tersebut, para peserta Askes bisa mengambilnya di seluruh Askes Centre yang terdapat di seluruh rumah sakit yang melayani peserta Askes,” terangnya.

Prof Dr Harun Rasyid Lubis SpPD-KGH menambahkan, untuk meningkatkan pelayanan kepada para penderita penyakit kronis,para dokter di Indonesia harus meng-up date perkembangan informasi tentang hal tersebut. “Cara meng-up date bisa dengan mengikuti pelatihan-pelatihan seperti yang dilakukan hari ini.Secara nasional,tepatnya di Jakarta,para dokter bisa mengikuti komposium-komposium untuk memperbaharui ilmu mereka tentang penyakit kronis setiap tahunnya,” ungkapnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Dr Elfina Tarigan yang berasal dari Puskesmas Asahan mengungkapkan,pelatihan seperti ini kalau bisa dilaksanakan secara rutin enam bulan sekali.Terlebih lagi bagi para dokter yang berada di daerah yang sangat membutuhkan informasi terbaru tentang penanganan penyakit kronis. “Dengan adanya pelatihan seperti ini,kami bisa fokus dalam menangani pasien penderita penyakit kronis,”paparnya. ??dicky irawan


Sumber : Seputar Indonesia

Follow Kami di:

Komentar
Email*
Nama
Website
IklanIklan



Kembali Ke Jamsosda Atas