jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Berita SJSN > Jaminan Kesehatan

13 September 2019

BPJS Kesehatan Defisit, Faskes Klinik Kesehatan Gulung Tikar

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) menyebut, klinik kesehatan yang menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) BPJS Kesehatan kondisinya semakin terpuruk lantaran sulit bersaing dengan puskesmas.

Sekjen Asklin dr Yul Rizal A.W.P mengatakan, masyarakat saat ini lebih senang berobat ke puskesmas. Pasalnya, puskesmas dapat dengan mudah memberikan rujukan ke rumah sakit.

"Puskesmas dipilih karena mudah memberikan rujukan. Kalau kami klinik kesehatan atau praktik dokter pribadi tidak bisa semudah itu," katanya di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut Rizal, klinik kesehatan FKTP akan diberikan sanksi berupa pengurangan dana kapitasi apabila sembarangan memberikan rujukan.

 

1

Ditanggung Pemerintah

 

BPJS Kesehatan Defisit, Faskes Klinik Kesehatan Gulung Tikar

Warga antre mengurus kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

 

Dana kapitasi merupakan besaran pembayaran per bulan yang dibayar kepada FKTP berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan.

Adapun besaran dana kapitasi yang diberikan kepada klinik kesehatan FKTP adalah Rp8000 per peserta yang terdaftar. Besaran dana kapitasi tersebut dinilai belum mampu mencukupi biaya operasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Biasanya satu klinik itu sekitar 2.000 peserta terdaftar, itu kalau dikurangi akibat kasih rujukan begitu saja ya berat bagi kami, biaya operasional baik itu bayar dokter, bayar perawat, [biaya] alat kesehatan, listrik," ungkapnya.

 

Menurut Rizal hal itu tak dirasakan puskesmas lantaran seluruh biaya operasional termasuk upah tenaga kesehatan sepenuhnya ditanggung pemerintah.

 

2

Fungsi Puskesmas Melenceng

 

BPJS Kesehatan Defisit, Faskes Klinik Kesehatan Gulung Tikar

Warga menunggu antrean saat berobat di puskesmas Ayam di kampung Bayiwpinam, Distrik Akat, Kabupaten Asmat, Papua, Jumat (26/1). - ANTARA/M Agung Rajasa

 

Oleh karena itu, Rizal, meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali fungsi puskesmas yang saat ini dinilainya sudah melenceng dari tujuan awal, yakni preventif dan promotif.

"Nah, karena itu, kami ingin puskesmas bisa kembali ke fungsi awal seperti dulu yang fokus pada penyuluhan atau pencegahan penyakit, bukan seperti saat ini fokus melakukan pengobatan seperti klinik," ujarnya.

Rizal menjelaskan, kondisi sulit yang harus dihadapi membuat klinik kesehatan FKTP terpaksa gulung tikar tikar atau berubah menjadi praktik dokter pribadi yang skalanya lebih kecil.

Selain itu, sebagian diantara klinik kesehatan FKTP juga memilih untuk memutuskan kemitraan dengan BPJS Kesehatan.

 

"Terakhir ada 20 anggota kami di Jakarta yang mengadu soal kesulitan yang mereka hadapi, belum lagi di daerah. Oleh karena itu, tolong kembalikan puskesmas ke fungsi aslinya seperti dulu," tegasnya.

 

3

Puskesmas Penyebab Defisit

 

BPJS Kesehatan Defisit, Faskes Klinik Kesehatan Gulung Tikar

Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kiri) bersama Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris bersiap menyampaikan keterangan pers, di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

 

Selain itu, menurut Rizal, pergeseran fungsi puskesmas yang terjadi saat ini merupakan salah satu penyebab defisit BPJS Kesehatan yang pada 2019 diproyeksi naik sampai dengan Rp33 triliun.

"Puskesmas dengan mudah memberikan rujukan, naik ke fasilitas kesehatan (faskes) diatasnya, rumah sakit tentu biayanya naik, lebih mahal, iuran dinaikkan kalau begini ya sama saja, kemungkinan defisit masih ada," paparnya.

Dikatakan, kondisi sulit yang dialami oleh klinik kesehatan FKTP diperparah dengan keterlambatan pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan.

Dia menyebut, BPJS Kesehatan paling cepat membayar klaim dari klinik kesehatan FKTP setelah tiga bulan dari tanggal pengajuan.

 

"Tak separah rumah sakit yang mungkin sampai lima bulan, tapi ini cukup berat, bahkan ada yang belum dibayar juga karena administrasi dianggap belum lengkap," ungkapnya.

 

4

Pasien Menumpuk

 

BPJS Kesehatan Defisit, Faskes Klinik Kesehatan Gulung Tikar

Calon pasien menunggu antrean di RSUD Jati Padang, Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

 

Sementara itu, Presidium Dokter Indonesia Bersatu dr Agung Sapta Adi SpAn menyebut pemanfaatan fasilitas puskesmas untuk melayani pasien-pasien BPJS Kesehatan secara tidak proporsional menyebabkan fungsi preventif dan promotifnya menjadi gagal.

Kualitas pelayanan dokter di puskesmas pada akhirnya menurun karena keterbatasan waktu dokter akibat penumpukan pasien.

"[Akhirnya] terjadi pula ketidaksesuaian dan penyalahgunaan anggaran puskesmas, misalnya pengadaan sarana fisik dan perangkat yang tidak sesuai kebutuhan alias sekadar proyek," kata Agung di Jakarta, Kamis (12/11/2019).

Agung menjelaskan, kondisi yang terjadi di puskesmas saat ini pada akhirnya mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap dokter sebagai suatu profesi.

 

"Buruknya sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh suatu institusi kesehatan akan memengaruhi pendapat masyarakat terhadap dokter" tambahnya.

 

BPJS Kesehatan Defisit, Faskes Klinik Kesehatan Gulung Tikar

Petugas Puskesmas memberikan konseling dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin yang ingin membuat sertifikat layak kawin di Puskesmas Sawah Besar, Jakarta, Rabu (16/1/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Komentar
Email*
Nama
Website