x

Login

Lupa Password

Berita SJSN > Jaminan Kesehatan

24 Mei 2013

16 RS Akhirnya kembali Dukung Kartu Jakarta Sehat

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 16 rumah sakit (RS) swasta yang sempat menolak program Kartu Jakarta Sehat (KJS), akhirnya mendukung setelah adanya pertemuan dengan DPRD DKI di Gedung Dewan, Kamis (23/5). Dalam pernyataan para pengelola RS swasta menyatakan tidak mundur dari program KJS.

"Kami tidak menolak peserta KJS. Namun di daerah Jakarta Utara lebih banyak pasien menengah ke bawah. Makanya mungkin kami menjelaskan tentang pemberitaan tersebut miskomunikasi," kata dr Ira Mulyadi mewakili RS Mulya Sari.

Menurut Ira, pihaknya memberikan apresiasi kepada dewan untuk menyelesaikan masalah ini, kondisi RS Paru Firdaus untuk penyakit paru. Dia ingin memberikan gambaran sedikit atas profesionalisme dokter akan tetap dibangun, tidak sebatas jual beli tapi ada moral etiknya. Kami hanya minta ditinjau ulang INA CBG's," kata dr Bahthiar dari RS Paru Firdaus.

Walaupun mereka tetap mendukung program KJS, namun ada sejumlah catatan penting agar program KJS makin membaik. Yakni perbaikan sistem INA CBG's.

Karena sistem INA-CBG's merupakan sistem penanganan pasien yang mana biayanya dalam bentuk paket. Sistem ini menjadi kewenangan tim yang dibentuk Kemenkes National Casemix Center(NCC) yang beranggotakan berbagai RS dari seluruh Indonesia yang bertugas menentukan berapa biaya yang dimasukkan dalam paket di INA-CBG''s.

"Pola tarif INA-CBG's akan diperbaiki dari waktu ke waktu," janji Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emmawati, di Komisi E DPRD DKI, Jakarta, Kamis (23/5).

KJS adalah salah satu program unggulan Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi). Layanan kesehatan pengguna KJS dalam beberapa hari ini sempat terganggu karena kabar mundurnya 16 RS swasta dari program KJS. Giliran pertama, Rumah Sakit MH Thamrin menegaskan jika pihaknya tidak mundur dari program KJS.

"Prinsip tidak menolak tapi tetap dukung program KJS. Tapi berlakunya INA CBG's awal April, kami kirim surat ke Kadiskes DKI soal kami nggak sanggup. Dari hasil simulasi yang kami lakukan, yang dicover 30% dari biaya yang kami keluarkan," jelas juru bicara RS MH Thamrin Abdul Barry.

Senada dengan RS MH Thamrin, pihak RS Admira juga membantah jika dirinya mundur untuk tidak mendukung program KJS.
"Sama dengan rumah sakit lainnya, kami dukung KJS," ujar Direktur Utama Rumah Sakit Admira, Chairulsjah.

Kemudian klarifikasi dipaparkan RS Bunda Suci, RS Mulya Sari, RS Satya Negara, RS Paru Firdaus, RS Islam Sukapura, RS Husada, RS Sumber Waras, RS Suka Mulya, RS Port Medical, RS Puri Mandiri Kedoya, RS Tria Dipa, RS JMC, RS Mediros, dan RS Restu Mulya. (Selamat Saragih)

Sumber: Metrotvnews

Follow Kami di:

Komentar
Email*
Nama
Website
IklanIklan



Kembali Ke Jamsosda Atas