jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

TOPIK > JAMSOS DALAM PIDATO KENEGARAAN > 16 AGUSTUS 2018, PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN RI DALAM RANGKA HUT KE-73 PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI DI DEPAN SIDANG BERSAMA DPR RI DAN DPD RI

jokowi.jpg 16 Agustus 2018, Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di Depan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

Jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN telah ditingkatkan secara bertahap, dari 86,4 juta jiwa pada tahun 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada bulan Mei tahun 2018. Total kepesertaan BPJS Kesehatan sendiri telah mencapai lebih dari 199 juta orang dan akan terus ditingkatkan agar jangan ada rakyat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan karena kendala biaya.

(Halaman 5-23 s.d. 5-26)

 

 

LAMPIRAN

Kesejahteraan Sosial

Capaian Utama Pembangunan

Sementara itu, Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bertujuan untuk melindungi penduduk dari berbagai risiko dan kerentanan dalam tahapan siklus hidup sesuai amanat UU No.40/2004 tentang SJSN. Sebagai jaring pengaman penduduk saat terjadinya risiko sakit, cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional/Kartu Indonesia Sehat (JKN/KIS) semakin meningkat. Dibandingkan tahun 2014, jumlah peserta JKN meningkat sebesar 40,89 persen pada tahun 2017. Pada 1 Juni 2018, peserta program JKN/KIS telah mencapai 199,1 juta jiwa atau sekitar 75,1 persen dari penduduk. Rincian capaian peserta program JKN/KIS dapat dilihat pada Gambar 5.5.

 

Untuk memudahkan akses terhadap fasilitas kesehatan, jumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus bertambah. Peningkatan tersebut hampir mencapai 21,76 persen selama kurun waktu 2014-Mei 2018. Program JKN/KIS telah didukung 27.266 faskes yang terdiri dari 22.185 FKTP dan 5.081 FKRTL pada pertengahan tahun 2018. Sejalan dengan peningkatan peserta JKN, peserta aktif Program Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan juga terus bertambah. Hingga Mei 2018, jumlah pekerja formal dan informal yang menjadi peserta aktif program Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan yaitu masing-masing sekitar 33,2 juta jiwa dan 2,2 juta jiwa (Gambar 5.6).

 

 

Permasalahan dan Kendala

Program jaminan sosial masih memerlukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepesertaan. Penjangkauan kepada pekerja informal perlu terus diperluas untuk meningkatkan akses pendaftaran. Sosialisasi dan edukasi program jaminan sosial juga masih perlu dioptimalkan agar pemahaman masyarakat terhadap pentingnya dan manfaat jaminan sosial semakin meningkat.

Arah Kebijakan dan Strategi

Arah kebijakan dan strategi telah dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan program jaminan sosial, meliputi: (1) Memperluas cakupan kepesertaan; dan (2) Memperkuat kelembagaan jaminan sosial. Perluasan cakupan kepesertaan program jaminan sosial dilaksanakan melalui strategi: (a) Penyederhanaan proses pendaftaran, pembayaran iuran melalui mobile service, dan pelayanan satu atap; (b) Perluasan akses pendaftaran JKN/KIS melalui pihak ketiga (kader JKN); (c) Penjangkauan kepesertaan sektor informal dengan sistem keagenan atau Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai); (d) Kerja sama dengan BUMN dan asosiasi profesi untuk mendaftarkan pegawai dan anggotanya sebagai peserta, dan kemitraan dengan perusahaan untuk mengalokasikan dana Corporate SocialResponsibilities (CSR) guna membayar iuran pekerja rentan untuk sementara waktu; (e) Peningkatan sosialisasi, advokasi dan edukasi publik terpadu; dan (f) Kerja sama kader JKN dan Perisai untuk meningkatkan komplementaritas kepesertaan program jaminan sosial. Sementara itu, strategi untuk menguatkan kelembagaan jaminan sosial yaitu harmonisasi peraturan perundangan, penguatan sistem monitoring dan evaluasi terpadu, pemantapan integrasi data kependudukan dan kepesertaan jaminan sosial, integrasi data program JKN/KIS dan Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan serta pelibatan aktif pemerintah daerah dan perusahaan dalam sosialisasi, advokasi, dan edukasi program jaminan sosial.

 

Download Pdf
File not found.