jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

TOPIK > JAMSOS DALAM PIDATO KENEGARAAN > 14 AGUSTUS 2015, PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN RI DALAM RANGKA HUT KE-70 PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI DI DEPAN SIDANG BERSAMA DPR RI DAN DPD RI

120px-Joko_Widodo_2014_official_portrait.jpg 14 Agustus 2015, Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka HUT Ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI di Depan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

Bagi masyarakat kita yang kurang beruntung, yang rentan terhadap perubahan, pemerintah menyiapkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, dan Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat. Pemerintah juga akan terus mendukung efektivitas dan keberlanjutan program Sistem Jaminan Sosial Nasional, baik Jaminan Kesehatan Nasional maupun Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
 
(Halaman 6-7)
 
 
LAMPIRAN
 
Kebijakan
 
Sebagai implementasi UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Pemerintah telah mengembangkan lima skema jaminan sosial, yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah dilaksanakan sejak 1 Januari 2014 lalu, dan Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Pensiun, Jaminan Hari Tua, serta Jaminan Kematian yang mulai dilaksanakan tanggal 1 Juli 2015. Selain memastikan seluruh penduduk terlindungi secara optimal, Pemerintah juga harus menjaga agar seluruh skema jaminan tersebut berjalan dengan sehat dan berkesinambungan.
 
Capaian Penting
 
Sampai dengan bulan Juni 2015, peserta JKN telah mencapai 147,6 juta penduduk. Dari keseluruhan peserta ini sebanyak 97,0 juta adalah penerima bantuan iuran (PBI) JKN. Sejumlah 86,4 juta adalah peserta PBI yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat, dan sekitar 10,6 juta merupakan peserta PBI hasil integrasi Jamkesda yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah daerah. Sebanyak 50,6 juta orang adalah peserta bukan PBI, yang terdiri dari pekerja penerima upah (PPU), pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja.
 
Permasalahan dan Tindak Lanjut
 
Permasalahan utama pelaksanaan SJSN adalah masih cukup besarnya jumlah penduduk yang belum terjangkau dan dicakup, baik oleh JKN maupun program jaminan ketenagakerjaan. Saat ini, banyak dari peserta JKN Mandiri adalah penduduk yang telah sakit. Kelompok peserta ini mengalami masalah kesinambungan pembayaran iuran. Untuk itu strategi sosialisasi dan pendidikan bagi seluruh masyarakat terkait jaminan sosial harus semakin diperkuat dan diperluas. Hingga tahun 2019, Pemerintah akan mengembangkan inovasi proses pendaftaran, pembayaran iuran, dan klaim manfaat yang lebih mudah, serta skema subsidi yang lebih menarik untuk menjangkau lebih banyak peserta.
 
(Bab 4 Halaman 104-110)
Download Pdf
File not found.