jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Kisah - Firman Utina : Menyiapkan Investasi Selagi Jaya

Oleh: Jamsos Indonesia 18 April 2011

Firman Utina merupakan gelandang Tim Nasional Indonesia sekaligus pemain dari kesebelasan Sriwijaya Palembang. Nama Firman Utina sendiri mulai dikenal semenjak ia masuk dalam skuad Timnas pada tahun 2000. Berkat permainannya yang memikat, laki-laki kelahiran Manado 15 Desember 1981 ini dipercaya oleh pelatih Alfred Riedl sebagai Kapten Timnas pada kejuaraan AFF (Asian Football Federation) Suzuki CUP, bulan Desember 2010. Siapakah Firman Utina ini? Dan bagaimana Firman mempersiapkan perlindungan sosial ekonomi bagi diri dan keluarganya?

Sebagai pemain sepakbola nama Firman Utina sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Kepada JamsosIndonesia.com, ayah dua orang ini mau berbagi cerita tentang kehidupannya. Saat ini kesibukkan Firman hanya bermain sepakbola dengan memperkuat kesebelasan Sriwijaya Palembang. “Kesibukkan aku masih sama, yaitu main sepakbola. Kebetulan sekarang aku membela tim Sriwijaya Palembang,” ujar Firman saat wawancara via telepon.

Dengan antusias Firman mulai menceritakan aktivitasnya ketika ia sedang libur membela tim Sriwijaya. Bila tidak ada kegiatan sepakbola, Firman mengaku lebih senang berada di rumah berkumpul dengan keluarga. Apalagi saat ini Firman berdomisili di Palembang, sehingga waktu bersama keluarga pun berkurang. “Saat ini aku tinggal di Palembang tentu jauh dari keluarga. Maka dari itu, kalau aku libur maunya dekat dengan keluarga,” ucap pemain terbaik Piala AFF 2010 ini. Meski jauh dengan keluarga, Firman menambahkan bahwa ia tak pernah absen menghubungi keluarga, baik melalui telepon atau internet.

Pemain Mahal

Firman Utina lahir pada 15 Desember 1981 di Manado, Sulawesi Utara. Firman adalah anak ketiga dari tiga bersaudara buah dari perkawinan (Alm) Sance Utina dan Sumarni. Kedua kakak Firman bernama Johan Utina dan Silva Utina. Ayahnya sendiri bekerja sebagai tukang bangunan, sedangkan ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saat itu kondisi kehidupan keluarga Firman terbilang sangat jauh dari kemewahan. Meski demikian, orangtuanya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk ketiga anaknya.     

Firman mengawali kariernya bersama tim Persma Manado Junior, yang merupakan tim kebanggaan kota Manado. Pada tahun 2000, Firman memutuskan untuk bergabung dengan tim sepakbola Persita Tangerang. Tim kebanggaan kota Tangerang tersebut mengontrak Firman selama empat tahun, dengan bayaran per tahunnya sekitar Rp. 60 juta. Firman juga sempat bermain untuk tim Arema Indonesia dengan bayaran kontrak sekitar Rp 800 juta dan tentu belum termasuk bonus.

Setelah tiga tahun membela tim Arema Indonesia, Firman melanjutkan kariernya di tim berbeda yaitu, Pelita Jaya Purwakarta dan Persija Jakarta. Pada tahun 2010 akhirnya ia berlabuh di tim asal Sumatera Selatan, Sriwijaya FC. Nilai kontrak Firman saat ini menembus sekitar Rp 1 Miliar per tahun. Dengan bayaran yang sangat fantastis membuat Firman masuk kategori pemain sepakbola nasional termahal. Belum lagi dengan bonus yang ia terima saat membela Timnas pada piala AFF Suzuki CUP 2010. Saat itu Firman mendapatkan bonus dari PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) sebesar Rp 87 juta.

Investasi Pensiun

Firman memiliki istri bernama Marita Yustika, perempuan yang dinikahinya pada tanggal 3 Maret 2004. Dari pernikahannya, pasangan ini telah dikaruniai dua orang anak , Rayhan Utina dan Salsabila. Sebagai pemain sepakbola yang memiliki penghasilan besar, Firman telah memiliki segalanya. Menurut Firman sebagai pemain sepakbola tidak akan selamanya, maka dari itu ia selalu menginvestasikan uangnya dengan membeli rumah, tanah dan kendaraan, serta membangun kontrakan. Investasi yang ia miliki saat ini bukan untuk bergaya hidup mewah, melainkan aset jika kelak ia sudah tidak menjadi pemain sepakbola lagi.

Saat ini Firman telah memiliki dua rumah seharga Rp 115 juta dan Rp 250 juta. Selain itu ia juga memiliki sebuah mobil Honda Freed dan dua buah sepeda motor, Honda Scoopy dan Honda Beat. “Aku beli kendaraan memang buat istri kalau sedang mengantar anak-anak sekolah,” papar Firman. Selain rumah dan kendaraan, Firman juga telah memiliki sebuah kontrakan dan warung sembako. Kontrakan tersebut berjumlah 14 pintu dengan harga sewa Rp 400 ribu per pintu per bulan. Usaha kontrakan dan warung merupakan ide Firman dan istrinya.

Jaminan Kesehatan

Untuk masalah kesehatan, selama ini Firman mendapat tanggungan oleh pihak Sriwijaya. Bila Firman mengalami cedera lantaran bermain sepakbola, ia langsung mendapat perawatan hingga benar-benar pulih. Perawatan tersebut mulai dari perawatan, operasi apabila memang diharuskan, hingga tahap pemulihan. Biasanya tim Sriwijaya selalu merujuknya di RS Muhammadiyah, Palembang. Namun bila mengalami kecelakaan atau cedera di luar sepakbola, biaya pengobatan ditanggung sendiri olehnya. Tim Sriwijaya selalu memperhatikan pola makan, serta menyediakan tempat kebugaran (gym) bagi Firman dan rekan sesama timnya.

Selain mendapat jaminan kesehatan dari tim Sriwijaya, Firman dan keluarga juga telah memiliki asuransi kesehatan lainnya. Saat ini Firman dan keluarga mempercayai pelayanan kesehatan kepada salah satu asuransi kesehatan milik swasta. Menurut Firman asuransi kesehatan itu penting, karena memudahkan dirinya untuk melakukan pengobatan dan perawatan. “Dengan asuransi kesehatan aku dan keluarga jadi lebih tenang, karena tidak selamanya tubuh kita akan selalu fit,” tutur Firman. Secara reguler per bulan, Firman membayar premi asuransi bagi diri dan keluarganya.

Selama menggunakan pelayanan asuransi, Firman mengaku belum penah mengalami masalah. Mungkin karena premi yang ia bayar nilainya cukup besar, maka sejauh ini ia tidak mengalami masalah. Namun sayangnya Firman enggan menyebutkan jumlah nominal yang ia iurkan untuk asuransi kesehatannya. “Jumlah nominal tidak penting bagiku, yang terpenting saat ini adalah istri dan dua anakku kesehatannya terjamin,” pungkasnya. Karena selama ini ia sering meninggalkan keluarga, sehingga dengan adanya asuransi masalah kesehatan dapat teratasi. (Egie)

 


© Martabat, April 2011

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Firman Utina : Menyiapkan Investasi Selagi Jaya
http://www.jamsosindonesia.com/kisah/firman_utina_menyiapkan_investasi_selagi_jaya
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016