jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Identitas - Selamat Datang Jaminan Pensiun Bagi Pekerja

Oleh: A. A. Oka Mahendra 01 July 2015

Perjuangan Pekerja untuk memperoleh Jaminan Pensiun cukup panjang dan melelahkan. Hari ini 1 Juli 2015, mimpi Pekerja menjadi kenyataan. Meskipun belum tentu menggembirakan. BPJS Ketenagkerjaan berdasarkan ketentuan Pasal 64 UU BPJS, mulai  menyelenggarakan program  Jaminan Pensiun  serta program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kematian sesuai dengan ketentuan Pasal 29 sampai dengan Pasal 46 UU SJSN.

Momentum ini sangat penting untuk menjamin agar Pekerja tetap dapat hidup layak pada saat pendapatan mereka berkurang atau hilang, karena  memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap. Meskipun demikian tidak ada pidato pejabat, tidak ada tepuk tangan dari Pekerja, tidak ada pita digunting untuk menyambut hari bersejarah dalam penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagkerjaan di indonsia.

Pekerja sendiri menyambut dingin  dimulainya penyelenggaraan program Jaminan Pensiun bagi Pekerja yang bekerja pada Pemberi Kerja Bukan Penyelenggara Negara. Sejak hari ini, lebih dari 111 juta jiwa yang sedang bekerja di sektor swasta secara bertahap akan menjadi peserta program jaminan pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Wajib Mendaftarkan Seluruh Pekerjanya

Pemberi Kerja diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan untuk mendaftarakan seluruh Pekerjanya  yang ada sekarang, kepada BPJS Ketenagakerjaan sesuai penahapan kepesertaan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Sedangkan bagi Pekerja yang baru, wajib didaftarkan oleh Pemberi Kerja paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal Pekerja tersebut mulai bekerja.

Dalam hal Pemberi Kerja nyata-nyata tidak mendaftarkan Pekerjanya, maka Pekerja yang bersangkutan berhak mendaftarkan dirinya sendiri dalam jaminan pensiun kepada BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan penahapan kepesertaan program jaminan pensiun.

Pemberi Kerja yang terbukti nyata-nyata tidak mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta program Jaminan Pensiun dikenai sanksi administratif. Selain itu, Pemberi kerja wajib memungut dan menyetor iuran yang menjadi kewajiban pekerja dan membayar iuran yang menjadi kewajiban Pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam hal Pekerja belum terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan, Pemberi kerja wajib bertanggung jawab pada Pekerjanya dengan memberikan Manfaat Pensiun sesuai dengan manfaat  yang diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun. Dengan kata lain,Pekerja yang telah mencapai usia pensiun berhak menuntut Pemberi kerja untuk membayar Manfaat Pensiun sesuai dengan manfaat Pensiun yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun.

Untuk pertama kali manfaat pensiun  minimum  dan maksimum ditetapkan besarannya dalam Peraturan Pemerintah. Sedangkan manfaat pensiun untuk satu tahun  pertama, rencananya ditetapkan berdasarkan formula 1% x masa iur dibagi 12 bulan x rata-rata upah tahunan tertimbang selama masa iur dibagi 12.

Upah tertimbang merupakan upah yang sudah disesuaikan nilainya berdasarkan tingkat inflasi umum. Untuk setiap satu tahun selanjutnya,manfaat pensiun dihitung sebesar manfaat pensiun tahun sebelumnya x factor indeksasi. Faktor indeksasi ditetapkan sebesar 1 ditambah tingkat inflasi umum tahun sebelumnya. Tingkat inflasi umum dalam hal ini merupakan tingkat infalsi tahunan yang ditetapkan oleh lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang statistic.

Belum Sesuai Harapan

Besaran Manfaat Pensiun sebagaimana digambarkan di atas belum sesuai dengan harapan Pekerja. Pekerja merasa bahwa dengan jumlah uang pensiun  yang  mereka terima  setelah mencapai usia pensiun dan telah memiliki masa iur paling sedikit 15 tahun yang setara dengan 180 bulan itu, tujuan Jaminan Pension untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya hanyalah omong kosong  belaka.

Tidaklah mengherankan jika Pekerja menyambut dingin dimulainya penyelenggaraan program Jaminan pensiun buat mereka. Walaupun demikian, BPJS Ketenagakerjaan jauh-jauh hari telah mempersiapkan diri. Transformasi kelembagaan dilakukan, sumber daya manusia dimantapkan, mekanisme dan budaya kerja baru dikembangkan,  serta sarana dan prasarana ditingkatkan  agar siap  mulai beroperasi menyelenggarakan program jaminan pensiun sesuai dengan ketentuan UU SJSN dan UU BPJS. 

Sayangnya Peraturan Perundang-undangan untuk mendukung beroperasinya program jaminan sosial  ketenagakerjaan terlambat ditetapkan, sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan sosialisasi secara luas kepada segenap pemangku kepentingan. Tanpa peraturan pelaksanaan yang baik dan dipahami secara sama oleh segenap pemangku kepentingan, kendala operasional akan menghadang penyelenggaraan program tersebut.

Keberhasilan program jaminan sosial sangat ditentukan oleh basis regulasi yang kuat dan efektif. Selain itu ,harus pula didukung oleh Badan Penyelenggara yang professional dan independen, peserta yang taat memenuhi kewajibannya dan adanya komitmen politik dari para penguasa.

 Selamat datang program Jaminan Pensiun buat Pekerja.

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Selamat Datang Jaminan Pensiun Bagi Pekerja
http://www.jamsosindonesia.com/identitas/selamat_datang_jaminan_pensiun_bagi_pekerja
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2019