jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Identitas - JAMINAN SOSIAL, BENTENG KETAHANAN NASIONAL

Oleh: A. A. Oka Mahendra, SH (Ahli Peraturan dan Perundang-undangan) 24 June 2014

Tanggal 22 Juni 2014  diselenggarakan debat publik Calon Presiden 2014 ronde ketiga.

Tema yang dibahas masalah politik internasional dan ketahanan nasional.

Moderator yang ditunjuk untuk memandu debat bergengsi kali ini, Hikmahanto Yuwana pakar hukum internasional Universitas Indonesia.

Pada sesi dialog antara Calon Presiden Nomor urut 1 Prabowo Subianto dan Calon Presiden Nomor urut 2 Joko Widodo, didiskusikan mengenai kebijakan pertahanan Negara yang akan dilakukan bila yang bersangkutan terpilih sebagai Presiden.

Prabowo Subianto dan Jokowidodo pada prinsipnya menyampaikan kebijakan yang tidak jauh berbeda.

Keduanya memandang perlu mempercanggih alat utama sistem pertahanan  dan meningkatkan postur TNI dan Kepolisian Negara RI sebagai kekuatan utama sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta.

Namun demikian, Jokowidodo mengungkapkan bahwa ketahanan nasional tidak sekedar bertumpu pada sarana militer, tetapi juga pada nasionalisme dalam konteks pendidikan dan kepatuhan hukum.

Selain itu ia juga menekankan pentingnya menegakkan  kewibawaan Negara dalam percaturan politik internasional.

Sedangkan Prabowo Subianto menyatakan bahwa ketahanan nasional selain ditentukan oleh postur TNI dan Kepolisian Negara RI yang solid didukung secara memadai oleh alat utama sistem pertahanan, juga sangat ditentukan oleh kemakmuran rakyat.    

Dalam pandangannya, jika di dalam negeri rakyat masih miskin dan banyak kekisruhan maka tidak mudah untuk digerakkan sebagai kekuatan pendukung sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta.

Tetapi jika rakyat sejahtera, maka mereka akan terpanggil untuk membela negaranya.

Karena itu, menurut Prabowo pemberantasan kemiskinan dan kebocoran keuangan Negara harus dilakukan dengan serius untuk mendukung pembangunan ekonomi yang mensejahterakan rakyat.

BENTENG KETAHANAN NASIONAL

Kedua Calon Presiden, tidak secara ekplisit mengemukakan ikhwal Jamian Sosial dapat dijadikan benteng ketahanan nasional.

Padahal menurut pakar  Jaminan Sosial, social security is the best non military defend.

Jaminan Sosial yang diselenggarakan secara nasional dan mencakup seluruh penduduk akan memberikan rasa aman  secara finansial maupun sosial bagi penduduk.

Sebab Sistem Jaminan Sosial akan memberikan kepastian perlindungan kepada penduduk dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak dalam hal pedapatan mereka berkurang atau hilang, karena menderita sakit, mengalami kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, cacat total, atau memasuki hari tua/pensiun.

Jaminan Sosial merupakan fundamen dukungan finasial jangka panjang bagi penduduk.

Dalam Negara kita Jaminan Sosial merupakan hak konstitusional bagi setiap orang.

Kepesertaan Jaminan Sosial menurut Undang-Undang Jaminan Sosial Nasional bersifat wajib.

Jaminan Sosial diselenggarakan oleh Negara untuk melindungi penduduk guna memenuhi kebutuhan dasar hidup pada tahun selanjutnya selama hidup mereka.

Jaminan Sosial akan  dirasakan semakin penting lagi  sebagai jawaban terhadap meluasnya persoalan ketidakamanan sosial di masa tua, berikut berbagai problem yang memerlukan dukungan dana.

Di masa depan yang penuh risiko dan ketidakpastian, Jaminan Sosial merupakan salah satu tumpuan harapan. Karena manfaat Jaminan Sosial dijamin oleh Undang-Undang dan terlindungi dari laju inflasi.

Pendek kata, Jaminan Sosial merupakan perlindungan yang diperlukan dalam mengatasi kemampuan setiap orang untuk bertahan hidup layak secara finansial.

Pengembangan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat merupakan amanat UUD Negara RI Tahun 1945 yang harus dilaksanakan oleh Negara.

Penduduk yang terjamin kehidupannya melalui pegembangan Sistem Jaminan Sosial, merasakan kehadiran Negara dalam kehidupan mereka sebagai wujud nyata pemenuhan  hak asasi bagi setiap orang.

Hal itu akan memupuk kesadaran bela Negara dan rasa nasionalisme, karena mereka diperlakukan sebagai warga Negara yang bermartabat.

Tidaklah berlebihan jika dikemukakan bahwa Jaminan Sosial merupakan benteng ketahanan nasional.

3 PR

Siapapun diantara kedua Calon Presiden yang akan mendapat kepercayaan rakyat untuk menjadi orang Nomor 1 di negeri ini, akan  menghadapi 3 PR strategis dalam pengembangan Sistem Jaminan Sosial Nasional, yaitu:

1.      factor ekonomi, berupa kesenjangan:

a.      pendanaan dan sumber daya; dan

b.      infrastruktur yang memadai.

2.      faktor politik, berupa:

a.      stabilitas politik yang lemah; dan

b.      alokasi dan penggunaan sumber daya tidak efisien.

3.      faktor sosial, berupa:

a.      sumberdaya manusia belum memadai;

b.      investasi di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial belum memadai;

c.       kesenjangan antara desa dan kota.

Calon Presiden pilihan rakyat nanti harus mampu menyelesaikan ketiga PR tersebut secara mendasar.

Hal tersebut bisa dilakukan jika Calon Presiden mempunyai visi yang jelas mengenai Sistem Jaminan Social nasional sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi dan mampu mentranformasikannya ke dalam program aksi yang konkrit.

Dalam sistem pertahanan Negara yang bersifat semesta, yang melibatkan seluruh warga Negara, prosperity approach/pendekatan kesejahteraaan yang dipadukan dengansecurity approach/pendekatan keamanan, sangat mentukan keberhasilan  pembangunan ketahanan nasional.

Dalam konteks inilah, Jaminan Sosial menjadi benteng ketahanan nasional, karena sifat kegotong royongannya dapat menggalang solidaritas sosial.-

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
JAMINAN SOSIAL, BENTENG KETAHANAN NASIONAL
http://www.jamsosindonesia.com/identitas/jaminan_sosial_benteng_ketahanan_nasional
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2019