jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Forum - SJSN Bukan Beban Melainkan Energi Baru Bagi Ekonomi Bangsa

Oleh: Jamsos Indonesia 18 April 2011

JamsosIndonesia.com – Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) menggelar serangkaian kegiatan Mimbar Rakyat sejak 11 April 2011 hingga 2 Mei 2011. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengukuhkan semangat para pejuang jaminan sosial mendorong segera dijalankannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Dalam Diskusi Publik Mimbar Rakyat bertema “Menuju Kemandirian Ekonomi Berbasis Jaminan Sosial”, Kamis (14/4),di halaman KontraS, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, sentral bahasan adalah Rakyat Indonesia berhak mendapat jaminan sosial seumur hidup.

Narasumber Diskusi Publik antara lain Surya Tjandra dan M. Sidarta (Tim Pembela Rakyat untuk Jaminan Sosial, Komite Aksi Jaminan Sosial), Timboel Siregar (Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia), Said Iqbal (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia), serta pengamat ekonomi Faisal Basri. Selain itu acara ini juga dihadiri peserta dari berbagai daerah, seperti dari kalangan aktivis serikat buruh, LSM, masyarakat adat dan lain-lain.

Dalam forum Faisal mengatakan bahwa, “Agenda rangkaian yang paling utama bagi Pemerintah adalah SJSN. SJSN bukanlah beban namun energi baru buat perekonomian kita, karena uang yang telah dikumpulkan dapat digunakan untuk membelanjai pembangunan Negara. Jadi tidak tergantung dari luar negeri terus,” jelas Faisal.

Menyinggung rencana aksi May Day besar-besaran, Faisal menyatakan boleh dilakukan oleh seluruh serikat buruh bila Pemerintah masih cuek terhadap UU SJSN. “Pemerintah sebenarnya takut bila semua buruh mogok bekerja. Karena mereka tahu bahwa negara akan mengalami kerugian yang sangat besar,” ujar Faisal. “Namun dalam aksi May Day nanti harus diimbangi dengan tuntutan dan aturan yang benar. Tidak asal demo,” tambahnya.

Perjuangan ini tidak mudah. Perjalanan pengawasan SJSN masih panjang. Setelah tanggal 9 Mei 2011, hanya akan tersisa 47 hari untuk Pansus DPR membahas RUU BPJS. Bila gagal, maka RUU BPJS hanya bisa dibahas setelah 2014, oleh anggota DPR dan Pemerintah baru, hasil pemilu 2014. Itu pun bila Pemerintah yang baru nanti mau menjalankan RUU BPJS.

Timboel Siregar juga mengutarakan pendapatnya yang mengatakan Pemerintah seperti sengaja mengundur-undur pembahasan sampai lewat Juni, yang artinya Pemerintah memang tidak punya itikad baik dan tidak mau menjalankan Undang-undang Jaminan Sosial. “Buat saya, ini tolak ukur paling mudah untuk menilai apakah Pemerintah berpihak dengan rakyat atau tidak,” tegas Timboel.

Bagi rakyat Indonesia yang mendambakan jaminan sosial, saat ini merupakan masa genting nasib pelaksanaan jaminan sosial di Indonesia. Jika RUU BPJS tidak disahkan sampai Juni 2011, maka sesuai dengan tata tertib peraturan pembuatan undang-undang, RUU ini diajukan kembali dan harus menunggu sampai 2014. Sedangkan saat itu semua anggota DPR dan Pemerintahnya juga sudah berbeda.

Di akhir pertemuan Mimbar Rakyat, KAJS sepakat untuk melakukan aksi May Day tanggal 1 Mei 2011. Bila dianggap Pemerintah tidak mampu menjalankan SJSN, sempat terpikirkan keinginan aksi memblokir Gedung Bursa Efek Jakarta. “Saat ini kita harus benar-benar serius menekan Pemerintah, kalau perlu bukan hanya demo di Istana dan Gedung DPR, tapi BEJ juga, biar bangkrut karena perekonomian bangsa terhenti,” tutur salah satu anggota KAJS. (Egie)

 


 © Martabat, April 2011

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
SJSN Bukan Beban Melainkan Energi Baru Bagi Ekonomi Bangsa
http://www.jamsosindonesia.com/forum/sjsn_bukan_beban_melainkan_energi_baru_bagi_ekonomi_bangsa_
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016