jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Forum - Seminar Nasional : National Input For Achieving Universal Health Coverage In Indonesia

01 June 2012

Universal Health Coverage (UHC) adalah isu penting bagi negara maju dan berkembang. Menyadari hal tersebut, maka pada tahun 2005 negara-negara anggota WHO menyetujui sebuah resolusi agar Negara mengembangkan sistem pembiayaan kesehatan dengan tujuan untuk menyediakan Universal Health Coverage. Ketentuan ini penting untuk memastikan akses yang adil untuk semua warga Negara, untuk tindakan preventif yang penting dan tepat, promotif, kuratif dan rehabilitatif pelayanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau (affordable cost). Selain perlindungan resiko keuangan, cakupan Universal Health Coverage juga bermakna 3 dimensi yang saling melengkapi, yaitu sejauh mana cakupan populasi (breadth), sejauh mana cakupan pelayanan kesehatan (depth), dan tingkat cakupan keuangan dari paket bantuan seperti co-payment dan deductible (height).

Sejak tahun 2004, harapan rakyat Indonesia terhadap pencapaian Universal Health Coverage semakin besar dengan dikeluarkannya UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan semakin menguat dengan keluarnya UU No 24 Tahun 2011 Tentang Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) yang mengamanatkan dapat dimulai pada Januari 2014. Harapan tersebut harus direalisasikan secara baik karena masih banyak tantangan pelaksanaan ketentuan tersebut, seperti penetapan regulasi untuk operasionalisasi ketentuan BPJS, kesiapan infrastruktur pemberi pelayanan kesehatan, ketentuan benefit package yang akan diberikan, pemerataan tenaga kesehatan, peran pabrik obat, kesiapan transformasi PT. Askes selaku BPJS 1 sebagai lembaga pelaksana jaminan kesehatan, peran daerah dalam upaya universal health coverage, banyaknya pekerja sektor informal di Indonesia sehingga perlu strategi khusus untuk penarikan premi, database kepesertaan, dan berbagai persoalan lainnya.

Kementerian Kesehatan saat ini sedang menyusun draft peraturan terkait implementasi BPJS, oleh karena itu penting bagi semua pihak untuk memberikan input agar peraturan tersebut dapat diterima berbagai pihak sehingga dapat segera diimplementasikan. Berdasarkan hal tersebut maka penyelenggaraan seminar penting dilakukan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait evidance based policy dalam kebijakan universal health coverage dari seluruh stakeholder terkait, update persiapan serta analisa bersama berbagai tantangan dan peluang pencapaiannya, membangun kapasitas bersama untuk selanjutnya bergerak bersama-sama dari berbagai stakeholder menuju Universal Health Coverage di Indonesia.

Seminar Nasional ini bertujuan mendorong pencapaian Universal Health Coverage di Indonesia, memberikan berbagai evidance based policy kepada pengambil kebijakan terhadap upaya pencapaian Universal Health Coverage di Indonesia, dan mengembangkan kemampuan mengenai model pembiayaan inovatif melalui model Manage Entry Agreements (MEA).

Seminar diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 28-29 Mei 2012 diselenggarakan oleh Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan FK UGM.

Pembukaan seminar dan pengarahan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat, H.R. Agung Laksono. Pembicara yang terdiri dari pembicara lokal dan internasional menyampaikan masukan-masukan untuk UHC di Indonesia melalui presentasi dan penayangan poster.

  • Kesiapan Pemerintah dalam Implementasi Universal Health Coverage di Indonesia
    Drs. Agus DW Martowardojo(Menteri Keuangan RI)
    Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D (Wamenkes RI)
    Prof. Dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH (Dekan FKM UI)
     
  • Peran Ekonomi Kesehatan dalam Pencapaian Universal Health Coverage di Indonesia
    Anne Mills (Professor of Health Economics and PolicyLondon School of Hygiene and Tropical Medicine, UK/Ketua International Health Economic Assosiation)
    Prof. Chih-Liang Yaung (Former Minister of Health,Taiwan)
    Dr. Rob Yates (Senior Health Economic, WHO)
     
  • Peran Penting Infrastruktur Kesehatan Dalam Implementasi SJSN Pasca UU BPJS
    dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS (Dirjen Bina Upaya Kesehatan)
    Dr. dr.Sutoto, M.Kes (Ketua Persi)
    Dr.Prijo Sidipratomo, Sp.Rad(K) (Ketua IDI)
    dr. Luthfi Mardiansyah (Ketua International Pharmaceutical Manufacturing Group - IPMG)
    Drs. M.Dani Pratomo, Apt (Ketua Ikatan Apoteker Indonesia)
     
  • Berbagi Pengalaman dari Joint Learning Network (JLN) dalam Mencapai Universal Health Coverage
    Tim Kementerian Kesehatan
     
  • Presentasi Makalah Terpilih
    • Willingness to Pay Paket Asuransi yang menjamin Penyakit Berbiaya Katastrofik: Studi Contingent Valuation
      Arlina Dewi
    • Financial Consequences of Ill Health and Informal Coping Mechanism
      Robert Sparraw (ANU), Ellen van de Poel (EUL), Gracia Hadiwidjaja, Athia Yumna, Nila Warda, Asep Suryahadi (SMERU Research Institute)
    • Restrukturisasi Sistem Kesehatan via JKN-SJSN
      Asih Eka Putri
    • Analisis Gap Tagihan Antara Tarif Berbasis INA-DRG dengan Biaya Real pada Diagnosis Chemotherapy (INA-DRG 17413) All di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
      Diah Indriani
    • Modal Valuasi Asuransi Kesehatan Berbasis Suku Bungan Dinamis dengan Pendekatan Risiko Multistatus (Pendekatan UHC)
      Adhitya Ronnie Effendie
    • Pembahas:
      • drg. Usman Sumantri M.Sc (Ketua PPJK Kemenkes)
      • Prof. dr. Laksono Trisnantoro (FK UGM)
      • Prof. Budi Sampurno (Staf Ahli Menkes)
      • Prastuti Soewondo Ph.D (Setwapres RI)
      • dr. Maya Rusady (PT. Askes)
      • dr. Tono Rustiono (PT. Askes)
      • dr. Togar S (PT.Askes)

Informasi lebih lanjut pada www.kpmak-ugm.org.

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Seminar Nasional : National Input For Achieving Universal Health Coverage In Indonesia
http://www.jamsosindonesia.com/forum/seminar_nasional_national_input_for_achieving_universal_health_coverage_in_indonesia
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2016