jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Forum - Rapat Pakar di Indonesia Tentang Jaminan Sosial dan Landasan Perlindungan Sosial, Belajar dari Pengalaman Regional

Oleh: Jamsos Indonesia 14 December 2011

ILO menyelenggarakan  Rapat Para Pakar Jaminan Sosial di Indonesia untuk mendukung pelaksanaan Pakta lapangan Kerja terkait Perlindungan Sosial dan UU No. 40 Tahun 204 tentang SJSN, dengan pengetahuan tentang informasi, sarana dan inisiatif perlindungan sosial nasional maupun global, dan dengan fasilitas dialog tripartit di Indonesia.

Rapat diagendakan dihadiri oleh Pegawai Indonesia, pakar dan praktisi Jaminan sosial dari negara lain untuk berbagi pengalaman pelaksanaan Jaminan sosial di negara masing-masing, di Hotel Le Meridien, Jakarta, 12-15 Desember 2011.

Pandangan ILO tentang Permasalahan Hak Perlindungan Sosial

Hak-hak mendasar manusia atas landasan perlindungan sosial masih belum terpenuhi, terutama terjadi di sebagian besar negara yang sedang berkembang maupun negara yang memiliki tingkat penghasilan menengah di dunia.

Menanggapi fakta tersebut, Pada tahun 2012, ILO akan mengadopsi konsep baru yang menyediakan panduan fleksibel  untuk negara anggota guna membangun perlindungan sosial. Panduan tersebut merupakan konsep dari Insiatif landasan perlindungan Sosial (SPF-I) yang diadopsioleh Chief Executives Board for Coordination (CEB) PBBpada April 2009 lalu. SPF-I merupakan salah satu dari sembilan  insiatif bersama untuk menghadapi permasalahan tersebut, termasuk krisis ekonomi. Selama periode 2009-2011, Konsep ini telah diakui secara luas dalam berbagi konferensi Internasional, termasuk dalam rapat G20 dan Millenium Development Goals (MDG).

ILO berpandangan perlu adanya konsep Landasan perlindungan sosial bagi semua orang untuk menjamin hak dasar tersebut. Mrs. Bachelet, Pemimpin Kelompok Penasehat Landasan Perlindungan Sosial, telah menyusun konsep tersebut.

Konsep Mrs. Bachelet akan dijadikan latar belakang dalam diskusi G20 tentang landasan perlindungan sosial dan persiapan konstituen dalam membahas kemungkinan rekomendasi dalam rapat ILO tahun 2012.

Kesimpulan dan rekomendasi Mrs. Bachelet, perlu disebarluaskan di Asia agar dapat memperoleh masukan dari negara anggota tentang pengalaman mereka terkait landasan perlindungan sosial, serta rekomendasi di masa mendatang.

ILO Mendukung Perlindungan Sosial di Indonesia

Pada periode 2011-2012, ILO melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung implementasi perlindungan sosial di Indonesia. Kegiatan tersebut antara lain, mengadakan rapat konsultatif dengan para pemangku kepentingan, mengadakan penelitian, meningkatkan kapasitas serikat pekerja sebagai pengaruh kebijakan perlindungan sosial, membangun konsensus lembaga tripartid.

ILO mengadakan latihan dialog berbasis penilaian (ABDN). Latihan ini diadakan bulan April-September 2011, dalam serangkaian lokakarya yang melibatkan berbagai pihak. Pelatihan bertujuan untuk menilai kebijakan dan program kebijakan dan masalah pelaksanaan perlindungan sosial, untuk menghasilkan rekomendasi perancangan dan pelaksanaan peraturan perlindungan sosial hingga menjangkau layanan kesehatan mínimum dan jaminan penghasilan mínimum. Penilaian dilengkapi dengan latihan penyusunan biaya secara cepat untuk memperkirakan dampak finansial dari penerapan peraturan perlindungan sosial tambahan.

ILO memberikan rekomendasi tentang pengaturan dan praktek Jaminan sosial  di Indonesia. Rekomndasi ILO berkenaan 2 (dua) hal:

  1. Standard minimum yang ditetapkan Konvensi No. 102 perlu dipahami di Indonesia agar dapat dijadikan panduan untukmengembangkan peraturan Jaminan sosial.
  2. Rekomendasi dari analisa perencanaan dan praktek Jaminan sosial di negara lain antara lain Mongolia, dan Cina.

ILO mendukung penyediaan jaminan penghasilan bagi penduduk usia kerja. Berbagai kegiatan penelitian dan konsultasi dilakukan untuk mencapai tujuan Jaminan tersebut, antara lain:

  1. Penelitian dan konsultasi tentang Asuransi Kecelakaan Kerja (ELL), bertujuan untuk berbagi informasi terbaru dan membandingkan skema-skema ELL yang ada untuk membantu Indonesia memperbaiki  sitem ELL-nya sendiri serta meningkatkan basis pengetahuan tentang ELL di tingkat regional.
  2. Penelitian dan konsultasi tentang Perlindungan Sosial yang terkait HIV.
  3. Studi kelayakan tentang Asuransi Pengangguran, bertujuan untuk berbagi informasi tentang desain dan pelaksanaan skema-skema Asuransi Pengangguran.
  4. Desian dan Pembentukan Layanan Satu Atap. Disain ini telah dikembangkan di negara lain seperti, India, Kamboja. Desain ini tampak relevan dan bermanfaat karena dapat meningkatkanakses informasi, koordinasi pada tingkat pelaksanaan, mendorong sinergi, memfasilitasi pengumpulan atau pembaharuan data, menyediakan insentif bagi pekerja informal untuk mengikuti program percontohan Jamsostek, dan berpotensi menciptakan insentif pekerja secara ekonomi dalam akses yang progresif ke tingkat Jaminan sosial yang lebih tinggi.(AK)

© Martabat, Desember 2011

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Rapat Pakar di Indonesia Tentang Jaminan Sosial dan Landasan Perlindungan Sosial, Belajar dari Pengalaman Regional
http://www.jamsosindonesia.com/forum/rapat_pakar_di_indonesia_tentang_jaminan_sosial_dan_landasan_perlindungan_sosial_belajar_dari_pengalaman_regional_
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2019