jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Forum - Lembaga Donor Bergegas Usung SJSN

Oleh: Asih Eka Putri 23 December 2011

Pengesahan UU No. 24 Tahun 2009 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS) oleh Presiden pada 25 November 2011 memberi kejelasan arah pembangunan jaminan sosial dan perlindungan sosial  Indonesia.  Tenggat transformasi kelembagaan jaminan sosial kesehatan pada 2014 dan keempat program jaminan sosial lainnya pada 2015 memicu lembaga asing untuk  mengagendakan jaminan sosial dalam program kerjasama dengan pemerintah Indonesia.

Ibarat tak ingin tertinggal kereta, lembaga-lembaga asing baik lembaga donor maupun lembaga kerjasama teknis menunjukkan keinginannya menyukseskan pelaksanaan sistem jaminan sosial nasional.  Antusiasme ini terlihat pada pertemuan yang digelar di Jakarta minggu ini, ILO Jakarta.

ILO Jakarta yang hampir tidak terdengar kiprahnya di bidang jaminan sosial selama 7 tahun terakhir pasca pengesahan UU SJSN, kini bangkit membantu pemerintah Indonesia dan para pemangkunya dengan mengusung isu “social security and social protection floor”-  perlindungan sosial universal untuk seluruh penduduk.  Selama 4 hari ILO menghadirkan para pakar jaminan sosial untuk bertukar informasi mengenai hasil kajian dan pengalaman empiris dari dalam dan luar negeri.  Beberapa hasil kajian ILO Jakarta dipaparkan.  Pemateri dari China, India, Thailand, Kamboja dan Filipina memaparkan konsep dan strategi implementasi program jaminan sosial beserta upaya-upaya perluasan kepesertaan dan tata kelolalnya.

Dari pertemuan ILO tersebut, terungkap pula bahwa World Bank Jakarta tengah mempersiapkan skenario implementasi program jaminan pensiun SJSN.  Mitchell Winner, pakar jaminan pensiun World Bank Jakarta, menyampaikan desain reformasi program jaminan pensiun dan perluasan kepesertaan jaminan pensiun.  Lembaga kerjasama Pemerintah Jerman – GIZ telah terlebih dahulu mengusung agenda SJSN dalam bantuan bilateral dengan Pemerintah Indonesia, sebagaimana diungkapkan oleh pemateri dari Dewan Jaminan Sosial Nasional.

Lindungi Kepentingan Rakyat

Bantuan asing terutama saran-saran teknis memang diperlukan, namun harus dengan batasan yang jelas sehingga tidak merugikan kepentingan Negara dan Rakyat Indonesia.  Pemerintah, pengusaha, pekerja dan ahli dengan tegas menyampaikan hal ini.

“Proses pembuatan kebijakan harus bersih dari intervensi asing. Kalau Pemerintah bersedia, rapat-rapat perumusan kebijakan sebenarnya bisa dilaksanakan dengan biaya murah tanpa meminta bantuan donor. Kerjakan di kantor dengan secangkir kopi, tegas Dr. Fahmi Idris mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia yang kini menjadi anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional.”  Bantuan asing hendaknya difokuskan untuk pembangunan kapasitas sumber daya manusia, misalnya memperkuat lembaga pendidikan dalam negeri, memberi pelatihan dan beasiswa di universitas terkemuka di  dalam dan luar negeri, tambahnya kepada jamsosindonesia.com.

Sofyan Wanandi dengan lantang meminta pengalaman-pengalaman empiris penyelenggaraan jaminan sosial di berbagai negara, terutama kesulitan dan kegagalan yang dialami dan jalan keluarnya.  “Beri kami, para pengusaha, informasi yang benar dan jelas mengenai hambatan-hambatan penyelenggaraan jaminan sosial dan bagaimana pemerintah dan rakyat di negara-negara lain berhasil mengatasinya. Kita perlu informasi ini untuk pencegahan sehingga kita bisa mulus melaksanakan jaminan sosial,” paparnya di saat menyampaikan pandangan pengusaha di forum ILO.

Pendapat yang lebih tegas muncul dari perwakilan pekerja. “Pemerintah jangan berhutang kepada lembaga asing untuk membangun perlindungan sosial”, Ronni  Febrianto dari Komite Aksi Jaminan Sosial mengingatkan.  SJSN untuk membebaskan Negara dan Rakyat dari lilitan hutang yang selama ini sudah terlanjur terakumulasi, bukan sebaliknya.  Pekerja siap berkontribusi membangun jaminan sosial untuk menegakkan martabat Indonesia, tegas Roni di depan forum ILO Jakarta.

Kekhawatiran akan maraknya bantuan-bantuan asing dalam pembangunan jaminan sosial juga menjadi perhatian pakar.  “Kita harus waspada,  para lembaga asing seolah berlomba ingin membantu pembangunan jaminan sosial,” kata seorang ahli jaminan sosial yang tidak ingin disebut namanya kepada jamsosindonesia.com.  Para ahli dalam negeri harus mampu menyaring masukan yang diberikan oleh lembaga-lembaga asing kepada pemerintah. Independensi para pakar jaminan sosial Indonesia sangat diperlukan untuk menjaga intervensi asing melalui saran-saran kebijakan maupun melalui opini publik, tegasnya menutup pembicaraan.

Valerie Schmitt dari ILO Bangkok menegaskan dalam paparannya,  bahwa ILO melalui Konvensi No. 102 tentang jaminan sosial dengan aktif melakukan advokasi perluasan kepesertaan jaminan sosial  dan penguatan manfaat jaminan sosial.  “Komunitas internasional bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan perlindungan sosial universal bagi seluruh penduduk (social protection floor). Dukungan diberikan dalam bentuk menyelenggarakan dialog, kelompok kerja, berbagi pengetahuan bahkan pemantauan dan evaluasi kebijakan,” katanya.  Taufik Muhamad dari ILO Jakarta menambahkan, bahwa selama ini ILO Jakarta bekerja sama dengan triparti (pemerintah, pekerja dan pengusaha).  “ILO Jakarta membantu terselenggaranya dialog kebijakan dan melakukan kajian-kajian di lapangan”, paparnya.

Belajar dari Thai

Thailand telah lebih dahulu menyelenggarakan program jaminan sosial semesta.  Salah satu kunci suksesnya adalah keterlibatan publik dalam proses perumusan kebijakan.  Lembaga asing termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dilibatkan dalam kelompok kerja bersama pemerintah dan wakil pemangku kepentingan.  Celine P. Bista dari ILO Bangkok menyampaikan proses pembangunan kebijakan jaminan sosial Thailand.  Pentingnya dialog publik tersebut dipertegas oleh Dr. Thaworn Sakunphanit saat memamparkan program jaminan kesehatan semesta dan jaminan pensiun “500 Bath” bagi seluruh rakyat Thailand.

 

© Martabat, Desember 2011 | 17.00

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Lembaga Donor Bergegas Usung SJSN
http://www.jamsosindonesia.com/forum/lembaga_donor_bergegas_usung_sjsn
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2019