jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Forum - Dramatic Change BPJS Ketenagakerjaan

Oleh: A.A. Oka Mahendra, S.H. (Ahli Peraturan dan Perundang-undangan) 22 October 2014

Elvyn G Masassya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan menyatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan telah siap beroperasi pada 1 Juli 2015. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional di Jakarta  pada tanggal 20 Oktober 2014 yang lalu.

Sumber: Kompas.com

Masassya mengemukakan, BPJS Ketenagakerjaan telah menyelesaikan strategi dan infrastruktur yang berkaitan dengan misi, visi, goals, objektives, strategic analysis, strategic choice, strategy implementation dan startegy evaluation, pada tahun 2012-2013. Pada Tahun 2014-2017 dilanjutkan dengan eksekusi strategy yang difokuskan padachange management.

Kemudian pada tahun 2018 direncanakan tercapainya visi BPJS Ketenagakerjaan yaitu establishment worker welfare. Suatu target yang cukup berani.

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan telah melaksanakan pemutakhiran transformasi inisitif strategis tahun 2014 yang meliputi regulasi dan governance serta kesiapan operasional.

Salah satu yang menarik dari kesiapan operasional adalah berkenaan dengan internalisasi visi, misi, nilai dan etos kerja baru di lingkungan BPJS Ketengakerjaan.

Dramatic Change

Menurut Masassya, culture, values and ethics  baru yang dikembangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan diwujudkan secara visual berupa unity dari atas ke bawah, kompetisi, lambang yang disebutnya sebagai pencerminan agent of change atau daramatic chage, dalam rangka menjadikan BPJS Ketenagakerjaan jembatan menuju kesejahteraan pekerja.

Ditambahkannya, BPJS Ketenagakerjaan bertekad mengembangkan karakter baru dengan melakukan perubahan mendasar pola pendekatan kepada peserta, yaitu perubahan dari pendekatan legal drive ke need drive, dari pasif menjadi proaktif, dari birokratik menjadi pelayanan.

Konsepnya, kata Masassya adalam perlindungan aktif kepada pekerja dengan membuka akses yang seluas-luasnya.

Di Era BPJS Ketenagakerjaan, “bukan pekerja yang mencari akses perlindungan kepada BPJS Ketenagakerjaan, tetapi BPJS Ketenagakerjaan yang mendekatkan diri dan memperluas aksesnya kepada seluruh pekerja Indonesia, “kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan penuh semangat.

Kinerja Menggembirakan

Berbicara mengenai kinerja BPJS Ketenagakerjaan mulai 1 Januari 2014 sampai dengan September 2014, dikemukakan data-data, sebagai berikut:

Uraian

RKAT 2014

Realisasi

% Pencapaian

a.      Kepesertaan

185.067

175.514

94.84%

b. Hasil Investasi

189.888 M

184.323 M

97,07%

c.  Penerimaan Iuran

32.166  M

21.291 M

66,19 %

d. Pembayaran Jaminan

11.105 M

8.932 M

80,43 %

Mengenai kesiapan implementasi 4 pogram BPJS Ketenagakerjaan dikemukakan sebagai berikut:

Program

People

Proses

Infrastruktur

JP, JHT dan JKm

penguatan kapasitas aktuaris internal

pemutakhiran data peserta integrasi data peserta dengan NIK model bisnis pensiun.

jaringan pelayanan pembayaran pensiun bulanan pengembangan sistem informasi operasional baru/ SIJSTK

JKK

pengangkatan 11 case manajer pelatihan case manajer sertifikasi case manajer di Jerman 2(dua) orang penunjukan komite medis independent

model bisnis JKK RTW pengembangan case manajement JKK RTW pengembangan tarif pelayanan di RS COB dengan Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan kerjasama dengan Kemenakertrans, Kemenkes, dan Kemensos.

perluasan jaringan di 350 RS (target Des 2014: 500 RS). sistem informasi RS Taruma Center (online) pengembangan sistem informasi operasional baru/ SIJSTK

Meski baru berusia 10 bulan, namun kinerja BPJS Ketenagakerjaan cukup menggembirakan.

Hal tersebut dicapai dengan kemauan untuk berubah, persiapan yang matang, integritas dan profesionalitas seluruh jajaran BPJS Ketenagakerjaan serta dukungan segenap pemangku kepentingan.

Bisa Dipercepat

Mencermati berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana dikemukakan diatas, kita optimis bahwa BPJS Ketenagakerjaan telah siap untuk operasional paling lambat 1 Juli 2015, bahkan bisa dipercepat satu atau dua bulan.

Jika mungkin, BPJS Ketenagakerjaan beroperasi bulan Mei 2015.

Pada penutupan rapat, pimpinan rapat Chazali Situmorang, Ketua DJSN mengemukakan perlunya membangun mekanisme sosialisasi dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam rangka perluasan kepesertaan.

Selain itu disarankan pula untuk pembentukan Kelompok Kerja antara DJSN, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan guna pemberian identitas tunggal bagi peserta program Jaminan Sosial sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

Hal penting lainya  yang perlu dilakukan, menurut Ketua DJSN adalah perlunya kajian bersama besaran iuran JKK, JHT, JP dan JKm, dan penguatan fungsi pengawasan pada BPJS untuk meningkatkan kepatuhan pemberi kerja dalam melaksanakan kewajibannya. Untuk itu BPJS Ketenagakerjaan diminta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Tenagakerja dan Transmigrasi.

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Dramatic Change BPJS Ketenagakerjaan
http://www.jamsosindonesia.com/forum/dramatic_change_bpjs_ketenagakerjaan
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2019