2014, Iuran BPJS Kesehatan Capai Rp 39 T

08 Januari 2014

2014, Iuran BPJS Kesehatan Capai Rp 39 T

[JAKARTA] Total iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun ini diperkirakan sekitar Rp 38-39 triliun. Saat ini, total peserta BPJS Kesehatan mencapai sekitar 116 juta peserta dan ditargetkan meningkat menjadi 121 juta peserta hingga akhir 2014.

Direktur Hukum, Komunikasi, dan Hubungan Antar-Lembaga BPJS Kesehatan Purnawarman Basundoro menuturkan, saat ini total peserta BPJS Kesehatan mencapai 116 juta peserta. Tahun ini, jumlah peserta tersebut ditargetkan meningkat menjadi 121 juta peserta. “Secara total, iuran peserta BPJS Kesehatan tahun ini diperkirakan sekitar Rp 38-39 triliun,” ujar Purnawaran di Jakarta, Senin (6/1).

Menurut dia, iuran tersebut berasal dari total iuran penerima bantuan iuran (PBI) yang mencapai Rp 19 triliun, dan total iuran pekerja yang menjadi tanggungan pemerintah (PNS/TNI/Polri) mencapai Rp 13 triliun.

Sisanya, sekitar Rp 6-7 triliun akan dikontribusikan dari pengalihan iuran peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek, pekerja swasta yang mendaftarkan diri, dan pekerja mandiri yang termasuk bukan penerima upah.

Pemerintah telah menetapkan besaran iuran BPJS Kesehatan bagi karyawan penerima upah sebesar 4,5% dari gaji karyawan per bulan hingga 30 juni 2015. Besaran iuran itu akan meningkat menjadi 5% pada 1 Juli 2015. Berdasarkan komposisi besaran iuran tersebut, pengusaha diminta membayarkan iuran karyawannya sebesar 4%.

Sedangkan pekerja sebesar 0,5% sebelum 1 Juli 2015, dan menjadi 1% setelah 1 Juli 2015. Sedangkan iuran PBI untuk masyarakat miskin atau tidak mampu yang dibayarkan pemerintah ditetapkan sebesar Rp 19.225 per bulan/orang. Iuran bagi PNS/TNI/Polri/pensiunan sebesar 5% yang terdiri atas 3% pemerintah dan 2% dari pekerja.

Bagi pekerja di luar penerima upah, iuran senilai Rp 25.500 per bulan/orang untuk pelayanan rawat inap kelas 3, iuran senilai Rp 42.500 per bulan/orang untuk pelayanan rawat inap kelas 2, dan iuran senilai Rp 59.500 per bulan/orang untuk pelayanan rawat inap kelas 1.

Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur menjelaskan, sejak beroperasi sebagai BPJS Kesehatan per 1 Januari 2014, pihaknya mencatat ada sekitar 30 ribu orang yang mendaftarkan diri secara mandiri sebagai peserta BPJS. “Kami sudah membuka pendaftaran BPJS Kesehatan sejak 1 Januari 2014.

Saat ini ada sekitar 30 ribu orang yang sudah mendaftarkan diri secara mandiri,” ujar dia Menurut Fajriadinur, masyarakat yang ingin mendaftar secara mandiri dapat membawa kartu tanda penduduk (KTP), foto, serta mengisi sejumlah formulir. Pembayaran iuran dapat dilakukan melalui bank yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Total Aset Askes Pada kesempatan itu, Purnawarman menjelaskan, total aset PT Asuransi Kesehatan (Persero) atau Askes yang saat ini telah dialihkan menjadi BPJS Kesehatan akhir Desember 2013 mencapai Rp 15 triliun (unaudited). “Total aset Askes unaudited itu hingga akhir tahun lalu sekitar Rp 15 triliun.

Tetapi untuk aset audited-nya, termasuk seluruh laporan keuangan audit akan dikeluarkan pada 15 Januari 2014,” terang dia. Menurut dia, setelah laporan keuangan audit Askes dikeluarkan dan disahkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Kementerian Keuangan akan membagi aset Askes tersebut menjadi dua, yakni aset badan dan aset Dana Jaminan Sosial (DJS).

Selain itu, tahun ini pemerintah akan menyuntikkan dana sebesar Rp 500 miliar sebagai modal disetor BPJS Kesehatan. ”Kami mendapat dana dari APBN tahun 2014 sebesar Rp 500 miliar, dan itu akan menjadi modal disetor. Tapi, saya belum cek apakah dananya sudah cair atau belum,” tambah Purnawarman. [ID/M-6]

Sumber: Suara Pembaruan Epaper

Follow Kami di:

Komentar
Email*
Nama
Website

 

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
2014, Iuran BPJS Kesehatan Capai Rp 39 T
__link_footer__
© Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2013