Data Kemiskinan Pemkot Tak Sinkron

24 Januari 2012

Data Kemiskinan Pemkot Tak Sinkron

BATU – Data jumlah warga miskin (gakin) yang dimiliki sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkot Batu ternyata tidak sinkron.Karena itu,Wali Kota Batu Eddy Rumpoko mendesak SKPD yang terlibat langsung dalam pendataan dan penanggulangan kemiskinan segera menyamakan data kemiskinan di Kota Batu. 

Hal itu untuk memudahkan kepala daerah dalam mengambil kebijakan.Terutama dalam program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. ”Beberapa waktu lalu digelar rapat koordinasi antar- SKPD yang terlibat langsung dalam penanganan kemiskinan. Wali kota berharap program pengentasan kemiskinan dilakukan secara terpadu, tidak terpotong-potong,” ujar Kadinkes Kota Batu Endang Triningsih. 

Namun Endang enggan mengakui ada data yang tidak sinkron antara beberapa SKPD.Yang jelas,menurut dia, Dinkes menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada keluarga miskin (gakin). Menurut Endang, memang ada beberapa perbedaan dalam cara melihat dan menilai gakin. 

Jika mengacu data BPS, ada 14 indikator yang harus dipenuhi agar sebuah keluarga masuk dalam daftar gakin ”Tahun kemarin jumlah peserta Jamkesmas sebanyak 19.797 orang. Peserta Jamkesdanya 6.000 orang.Permintaan surat miskin sebanyak 843 orang. Jadi kalau ditotal Dinkes Kota Batu sudah melayani kesehatan dari keluarga kurang mampu sebanyak 26,640 jiwa,”jelas Endang. 

Namun jika mengacu data kemiskinan yang dikelola Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Batu, jumlah warga miskin ada 2.423 jiwa. Sedangkan jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial sebanyak 5.498 jiwa. 

”Ada 28 jenis persoalan kesejahteraan sosial yang ditangani pemerintah. Mulai masalah anak terlantar, penyandang cacat,anak nakal, anak jalanan, gelandangan, penderita HIV/AIDS, keluarga berumah tidak layak huni dan persoalan sosial lainnya,” jelas pejabat sementara (Pjs) Dinsosnaker Kota Batu Bambang Kuncoro. Kemudian jika mengacu pada data BPS,jumlah penduduk Kota Batu tahun 2010 sebanyak 210.763 jiwa.

Dari jumlah itu,yang masuk daftar gakin sebanyak 5.842 jiwa. ”Di tahun 2009 jumlah penduduk Kota Batu 186.740 jiwa, jumlah gakinnya 9.907 jiwa.Yang jelas tahun 2011 pasti angka kemiskinannya turun,” kata Bambang yang kini menjabat sebagai Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR). 

Selanjutnya kalau mengacu pada pendistibusian beras miskin (raskin) untuk September 2011 lalu yang dikelola Bagian Kesra, jumlah gakin yang menerima jatah raskin sebanyak 5,817 jiwa. Dengan begitu, bisa dikatakan empat lembaga yang menangani kemiskinan memiliki data tidak ada yang sama. ?maman adi saputro 

 

Sumber : Seputar Indonesia

Follow Kami di:

Komentar
Email*
Nama
Website

 

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Data Kemiskinan Pemkot Tak Sinkron
__link_footer__
© Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2013