jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Cakrawala - Jaminan Pensiun Berdasarkan Manfaat Pasti

Oleh: A. A. Oka Mahendra 15 August 2011

Kesejahteraan social berjalan bergandengan tangan dengan program jaminan pensiun sebagai salah satu jenis program jaminan social nasional berdasarkan UU nomor 40 tahun 2004 tentang SJSN (UU SJSN).

Jaminan pensiun menyediakan kebutuhan keuangan yang diperlukan oleh seseorang untuk menghadapi masa tuanya.

Yang menjadi peserta jaminan pensiun menurut UU SJSN adalah pekerja yang telah membayar iuran.

Besarnya iuran jaminan pensiun untuk peserta penerima upah ditentukan berdasarkan persentase tertentu dari upah atau penghasilan atau suatu jumlah nominal tertentu yang ditanggung bersama antara pemberi kerja dan pekerja.

UU SJSN menentukan bahwa jaminan pensiun diselenggarakan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak pada saat peserta kehilangan atau berkurang penghasilannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap.

Perlu dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan kehidupan yang layak dalam ketentuan terebut diatas adalah besarnya jaminan pensiun mampu memenuhi kebutuhan pokok peserta dan keluarganya.

Apa yang tertulis dalam UU SJSN belum menjadi realitas.Manfaat pensiun yang diterima oleh peserta tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok peserta dan keluarganya. Karena itulah seseorang yang bekerja sangat kawatir mengahapi masa pensiunnya. Sehingga ada kecanderungan untuk membuat aturan yang bisa memperpanjang masa kerjanya, atau berusaha memanfaatkan posisinya ketika masih bekerja untuk mempersiapkan diri memasuki masa pensiun.

Usia pensiun ditetapkan menurut ketentuan peraturan perundang undangan. Peraturan perundang-undangan yang berlaku sekarang sangat bervariasi dalam menetapkan batas usia pensiun.

Untuk mengetahuai usia pensiun seseorang mesti dilihat dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi masing masing kelompok pekerjaan.

MANFAAT PASTI

Mengenai manfaat pensiun ,UU SJSN menganut penyelenggaraan pensiun dengan manfaat pasti.

Artinya terdapat batas minimum dan maksimum manfaat yang akan diterima peserta.

UU SJSN menentukan bahwa manfaat jaminan pensiun dibayarkan kepada peserta yang telah mencapai usia pensiun sesuai dengan formula yang ditetapkan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai hal tersebut akan diatur dalam Peraturan Presiden.

Peraturan Presiden sebagai pelaksanaan UU SJSN tersebut samapai saat ini belum ditetapkan.

Sehubungan dengan itu besarnya pensiun pegawai sebulan masih mengacu kepada ketentuan Pasal 11 ayat(1) UU Nomor 11 tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda atau Duda Pegawai yang menentukan bahwa besarnya pensiun pegawai sebulan adalah 21/2 dari dasar pensiun untuk tiap tiap tahun masa kerja dengan ketentuan bahwa:

  1. Pensiun pegawai sebulan  adalah sebanyak-banyaknya 75 % dan sekurang-kurangnya 40 % dari dasar pensiun.
  2. Pensiun pegawai sebulan dalam hal pegawai yang bersangkutan oleh pejabat yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan peraturan tentang pengujian kesehatan pegawai negeri dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga karena keadaan jasmani atau rohani yang disebabkan oleh dank arena ia menjalankan kewajiban jabatannya, adalah sebesar 75 % dari dasar pensiun.
  3. Pensiun pegawai sebulan tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah menurut Peraturan Pemerintah tentang Gaji dan Pangkat yang berlaku bagi pegawai negeri yang bersangkutan.

Bagi tenaga kerja /buruh jaminan pensiun barulah merupakan impian, karena sampai saat ini Peraturan Pemerintah yang mengatur pengembangan program jaminan pensiun bagi tenaga kerja belum ditetapkan.

Jaminan pensiun bagi buruh tak henti hentinya diperjoangkan oleh serikat pekerja, namun sampai sekarang belum membuahkan hasil.

MANFAAT BERWUJUD UANG TUNAI

UU SJSN menentukan  bahwa manfaat pensiun berwujud uang tunai yang diterima setiap bulan sebagai:

  1. Pensiun hari tua, diterima peserta setelah pensiun samapai meninggal dunia;
  2. Pensiun cacat,diterima peserta yang cacat akibat kecelakaan atau akibat penyakit samapai meninggal dunia;
  3. Pensiun janda/duda, diterima janda/duda ahli waris peserta samapai mencapai usia 23 tahun, bekerja, atau menikah; atau
  4. Pensiun orang tua, diterima orang tua ahli waris peserta lajang samapai batas waktu tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Mengenai hak peserta atau ahli warisnya yang sah ditentukan sebagai berikut:

  1. Setiap peserta atau ahli warinya berhak mendapatkan pembayaran uang pensiun berkala setiap bulan setelah memenuhi masa iur minimal 15 tahun, kecuali ditetapkan lain dalam peraturan perundang-undangan;
  2. Apabila peserta meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun atau belum memenuhi masa iur 15 tahun, ahli warisnya tetap berhak mendapatkan manfaat jaminan pensiun;
  3. Apabila peserta mencapai usia pensiun sebelum memenuhi masa iur 15 tahun, peserta tersebut berhak mendapatkan seluruh akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya.
  4. Hak ahli waris atas manfaat pensiun anak berakhir apabila anak tersebut menikah, bekerja tetap,atau mencapai usia 23 tahun;
  5. Manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat total tetap meskipun peserta tersebut belum memasuki usia pensiun.

Dari uraian diatas jelas bahwa UU SJSN pada dasarnya menganut prinsip jaminan pensiun berdasarkan asuransi social atau tabungan wajib, sehingga bagi pekerja yang memasuki usia pensiun tetapi masa iurnya belum mencapai waktu yang ditentukan, akumulasi dana yang terhimpun dari iuran peserta yang bersangkutan diperlakukan sebagai tabungan wajib, dan dibayarkan pada saat yang bersangkutan berhenti bekerja, ditambah hasil pengembangannya.

 

© Martabat, Agustus 2011

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Jaminan Pensiun Berdasarkan Manfaat Pasti
http://www.jamsosindonesia.com/cakrawala/jaminan_pensiun_berdasarkan_manfaat_pasti
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2019