jaminan sosial indonesia
x

Login

Lupa Password

Cakrawala - Bagaimana Memahami Maksud Para Pihak?

Oleh: A. A. Oka Mahendra 16 September 2011

Salah satu kiat untuk sukses membuat kontrak adalah memahami maksud yang sebenarnya dari para pihak.

Tugas perancang kontrak sesungguhnya adalah merumuskan secara cermat apa yang dikehendaki dan disepakati oleh para pihak dan menjaga agar kesepakatan tersebut sesuai dengan asas-asas kontrak dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Oleh karena itu perancang kontrak harus cermat menangkap maksud yang sebenarnya dari para pihak. Maksud para pihak menjalin kerjasama adalah untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing pihak guna mencapai suatu tujuan.

Para perancang kontrak yang berpengalaman sebelum mulai menyusun anatomi kontrak dan merumuskan isi kontrak selalu menyediakan waktu yang cukup untuk mengenal para pihak dan menggali informasi dari mereka tentang apa yang mereka ingin tuangkan ke dalam kontrak.

Bagaimana Caranya Mengetahui Maksud Para Pihak?

Berikut ini lima prisip yang dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui maksud para pihak:

Baca dokumen yang terkait dengan profil para pihak atau perusahaannya, untuk mengetahui secara jelas potensi masing-masing, sebagai basis mereka bekerjasama.

Bila diperlukan penjelasan lebih lanjut. jangan segan-segan untuk meminta informasi tambahan yang dianggap relevan untuk pembuatan kontrak. Semakin lengkap informasi yang diperoleh mengenai para pihak, akan memudahkan perancang kontrak untuk mengenali karakter masing-masing pihak, mengenali potensi dan kendala yang mungkin dihadapi.

Lakukan pembicaraan pendahuluan dengan para pihak untuk menanyakan mengapa mereka tertarik untuk bekerjasama.

Pembicaraan pendahuluan ini penting untuk melakukan konfirmasi atau verifikasi data yang diperoleh dari dokumen yang telah dipelajari sebelumnya atau untuk memperoleh penjelasan langsung dari para pihak tentang latar belakang mengapa mereka ingin bekerjasama dalam bidang pelayanan kesehatan.

Selain itu dalam pertemuan pendahuluan usahakan gali semua fakta dan data yang relevan dengan pokok kontrak yang akan dibuat. Fakta dan data yang relevan antara lain menyangkut kapasitas para pihak untuk melaksanakan kontrak, reputasi masing-masing, dan kemauan mereka untuk menjalin kerjasama.

Lakukan pertemuan lanjutan dengan para pihak untuk membicarakan apa yang mereka inginkan menjadi isi pokok kontrak, apa hak dan kewajiban masing-masing pihak, bagaimana cara memenuhinya dan bagaimana bila terjadi wanprestasi, keadaan memaksa, dan klausula-klausula lain yang perlu dicantumkan dalam kontrak.

Pada kesempatan ini bicarakan pula berbagai permasalahan atau perselisihan yang mungkin terjadi dan bagaimana jalan keluarnya, serta kapan kontrak dimulai dan kapan berakhir.

Perancang kontrak hendaknya proaktif menanyakan aspek teknis pelaksanaan hak dan kewajiban, karena hal ini sering menjadi sumber masalah dalam praktek.

Susun rancangan awal kontrak berdasarkan input yang diperoleh dari para pihak.

Rancangan awal segera disampaikan kepada para pihak untuk dipelajari dan ditanggapi oleh para pihak dalam waktu yang disepakati bersama. Tanggapan para pihak merupakan masukan dari para pihak sebagai bahan untuk merumuskan rancangan kontrak sehingga isi kontrak dapat dianggap cukup menampung kemauan para pihak.

Perancang perlu melakukan check dan recheck terhadap rumusan kontrak agar sesuai dengan maksud para pihak, dirumuskan dengan bahasa yang jelas, mudah dipahami dan sesuai dengan asas-asas kontrak dan peraturan perundang-undangan.

Bahas bersama rancangan kontrak dengan para pihak.

Pembahasan bersama merupakan forum untuk mencermati bersama apakah rancangan kontrak sudah sesuai dengan kemauan para pihak.

Perancang harus dapat menjelaskan secara gamblang kepada para pihak mengenai maksud tiap-tiap rumusan dalam rancangan kontrak yang dianggap belum jelas. Maksud rumusan kontrak harus dapat dipahami secara sama oleh para pihak, bahkan oleh pihak lain yang berkepentingan. Kontrak yang baik adalah kontrak yang dengan jelas merumuskan maksud para pihak, dan tidak menimbulkan multi tafsir, serta ketidakpastian hukum.

Jika rumusan rancangan kontrak sudah disepakati oleh para pihak, maka kontrak ditanda tangani oleh para pihak.

Kontrak yang merupakan undang-undang bagi para pihak dibuat, untuk dilaksanakan dengan itikad baik oleh para pihak, agar kerjasama yang dijalin berkesinambungan dan bermanfaat bagi masyarakat.-

 

© Martabat, September 2011

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
Bagaimana Memahami Maksud Para Pihak?
http://www.jamsosindonesia.com/cakrawala/bagaimana_memahami_maksud_para_pihak_
Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2019