x

Login

Lupa Password

IDUL FITRI DAN KESEJAHTERAAN PENSIUNAN PEKERJA

oleh: A. A. Oka Mahendra 13 July 2015

Setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa, sebentar lagi segenap umat Islam merayakan  Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan. Hari Raya Idul Fitri juga dimaknai sebagai  hari  menemukan kembali ke fitrah yang suci, setelah jiwanya dibersihkan melalui ibadah puasa yang dilaksanakan untuk Sang Maha Pencipta serta melalui amal saleh untuk kesejahteraan sesama dan keindahan bumi yang kita huni bersama.

Ibadah puasa bukan saja menahan haus dan lapar, tetapi lebih dari itu mengendalikan seluruh indra, menundukan ego agar selalu berada dalam bimbingan Illahi. Mereka yang berhasil menundukkan egonya dan berada dalam kesadaran Illahi, jiwanya tercerahkan, pikiran, perkataan dan perbuatannya dipenuhi oleh kebajikan.

Hari Raya Idul Fitri disambut dengan penuh rasa syukur, sujud kehadapan Yang Maha Pengasih dan Penyayang dan bersilaturahmi dengan sanak saudara, teman sejawat dan sesama umat.

Makna Tersendiri

Tahun ini Hari Raya Idul Fitri mempunyai makna tersendiri, khususnya bagi pekerja/buruh. Pekerja /buruh tidak terlalu cemas lagi menghadapi masa pensiun, karena  mulai 1 Juli 2015 program jaminan pensiun bagi pekerja/buruh mulai dilaksanakan. Jaminan pensiun diselenggarakan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak pada saat peserta kehilangan atau berkurang pengahsilannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap.

Jaminan Pensiun menurut Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional diselenggarakan berdasarkan  manfaat pasti. Artinya peserta yang telah mencapai usia pensiun dan telah membayar iuran minimal 15 tahun berhak memperoleh manfaat pensiun berupa uang tunai yang diterima setiap bulan sesuai dengan formula yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Sedangkan manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat total tetap meskipun peserta tersebut belum measuki usia pensiun. Jaminan pensiun memberikan harapan bagi pekerja/buruh untuk tetap dapat hidup layak di masa tuanya atau ketika mengalami cacat total tetap.

Uang pensiun yang diterima setiap bulan dapat membantu mereka untuk mengatasi masalah finansial yang mereka hadapi di masa tua nanti.

Pemberi Kerja atau pengusaha wajib mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta program jaminan pensiun kepada BPJS Ketenagakerjaan sesuai degan tahapan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. Bagi Pemberi Kerja yang tidak mendaftarkan pekerjanya/buruhnya sebagai peserta program jaminan pensiun wajib memberikan manfaat pensiun sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Pensiun, kepada pekerjanya/buruhnya yang memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap.

Manfaat jaminan pensiun  meskipun masih kecil jelas sangat berarti untuk memelihara kesejahteraan pekerja/buruh di  masa tuanya sampai meninggal dunia.

Program jaminan pensiun bagi pekerja/buruh merupakan program baru

Tentu masih terdapat berbagai problem regulasi, manajerial, dan teknis operasional yang perlu diperbaiki, namun demikian program jaminan pensiun kita sambut dengan rasa syukur dan tekad untuk melakukan perbaikan di masa mendatang. 

Momentum sekarang ini hendaknya dijadikan titik tolak bagi Pemberi Kerja untuk memperkokoh tali silaturahmi dengan pekerja/buruhnya dengan segera mendaftarkan mereka sebagai peserta program jaminan pensiun ke BPJS Ketenagakerjaan.

Selamat Idul Fitri.    

Follow Kami di:

Print this page

?

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal dan sumber:
IDUL FITRI DAN KESEJAHTERAAN PENSIUNAN PEKERJA
http://www.jamsosindonesia.com/cakrawala
? Martabat - www.jamsosindonesia.com, 2013
IklanIklanIklan



Kembali Ke Jamsosda Atas